Legenda Coban Rondo, Air Terjun Janda dan Kisah Cinta Tragis di Baliknya
Sabtu, 09 Juli 2022 - 05:00 WIB
Air terjun Coban Rondo yang legendanya tentang kisah cinta tragis di baliknya,Foto/ist
Coban Rondo merupakan air terjun yang terletak di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Coban Rondo terletak pada ketinggian 1.135 meter di atas permukaan laut. Air terjun ini memiliki ketinggian 84 meter dengan debit air berkisar antara 90 liter per detik pada musim kemarau, sampai dengan 150 liter per detik pada musim penghujan.
Mengutip www.malangkab.go.id, air terjun Coban Rondo terletak di lereng Gunung Panderman Resor yaitu Desa Pandesari, Kecamatan Pujon. Memiliki ketinggian sekitar 84m. Secara geografis air terjun ini berada pada ketinggian 1.135 di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu rata-rata 22 derajat censius.
Konon sejarah nama Coban Rondo diambil dari kisah tentang Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi yang menikah dengan Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro. Keduanya memutuskan untuk mengikat janji dalam pernikahan..
Baca juga: Tumenggung Jalil, Pejuang Kalimantan Selatan yang Kepalanya Disimpan di Negeri Belanda
Setelah resmi menikah beberapa hari, Dewi Anjarwati mengajak suaminya bertandang ke rumah orang tua mereka di Gunung Anjasmoro. Niat ini ditentang oleh orang tua Dewi Anjarwati.
Mengutip www.malangkab.go.id, air terjun Coban Rondo terletak di lereng Gunung Panderman Resor yaitu Desa Pandesari, Kecamatan Pujon. Memiliki ketinggian sekitar 84m. Secara geografis air terjun ini berada pada ketinggian 1.135 di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu rata-rata 22 derajat censius.
Konon sejarah nama Coban Rondo diambil dari kisah tentang Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi yang menikah dengan Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro. Keduanya memutuskan untuk mengikat janji dalam pernikahan..
Baca juga: Tumenggung Jalil, Pejuang Kalimantan Selatan yang Kepalanya Disimpan di Negeri Belanda
Setelah resmi menikah beberapa hari, Dewi Anjarwati mengajak suaminya bertandang ke rumah orang tua mereka di Gunung Anjasmoro. Niat ini ditentang oleh orang tua Dewi Anjarwati.
Lihat Juga :