Inovator Kejar Stunting Paparkan Praktik Baik Penanganan Stunting di Sulsel

Selasa, 28 Juni 2022 - 18:01 WIB
Inovator Kelas Pijat Bayi Risiko Stunting atau Kejar Stunting, dr Nisma tampil sebagai Narasumber Lokakarya Pembelajaran Inovasi Daerah (Peer Learning) Mengenai Penanganan Stunting di Provinsi Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa
LUWU UTARA - Inovator Kelas Pijat Bayi Risiko Stunting atau Kejar Stunting, dr Nisma tampil sebagai Narasumber Lokakarya Pembelajaran Inovasi Daerah (Peer Learning) Mengenai Penanganan Stunting di Provinsi Sulawesi Selatan, di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Senin, (27/6/2022).

Nisma sebagai Narasumber pertama pada sesi II Sharing and Learning Praktik Baik Inovasi Pengurangan Stunting di Provinsi Sulawesi Selatan. Disusul Chaidir inovasi Lorong Pengendali Stunting (LOPIS) yang juga Kepala Dinas P2KB Makassar, serta inovator Komunitas Ibu Cerdas, Fatmawati.



Baca Juga: Kabupaten Luwu Utara Targetkan 1.186 Akseptor KB

Sarwan dari USAID ERAT memandu jalannya sesi II Sharing and Learning Praktik Baik Inovasi Pengurangan Stunting di Sulsel. Untuk diketahui, hanya ada beberapa daerah yang diundang khusus untuk mengikuti lokakarya ini, di antaranya Makassar, Luwu Utara, Enrekang, Sinjai.

Nisma dalam pemaparannya menyampaikan inovasi Kejar Stunting telah diimplementasikan sejak 2019 di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tanalili. Kata dia, inovasi ini lahir terinspirasi dari tingginya kasus bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di Kecamatan Tanalili, yaitu 26 kasus per Desember 2019.

“Inovasi Kejar Stunting ini fokus pada bayi-bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah, karena salah satu faktor risiko bayi yang lahir dengan BBLR itu bisa mengalami stunting,” kata Nisma di hadapan para peserta lokakarya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!