Kunjungan Kerja ke Petrokimia Gresik, Ibas Sampaikan Aspirasi Petani

Kamis, 23 Juni 2022 - 18:17 WIB
Kedua, terkait distribusi. “Mohon maaf Pak Dirut dan pimpinan dari holding, distribusi itu juga belum sesuai dengan pendataan. Stoknya ada sekitar 1.3 juta, tapi yang terealisasai 98%, artinya perlu peningkatan produksi atau ada penimbunan? Tolong pengawasannya diperketat, serta menggunakan digital monitoring juga," katanya.Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini juga menyambut baik rencana digitalisasi yang dicanangkan oleh Pupuk Indonesia Holding. “Saya juga senang tadi ada rencana melakukan digitalisasi. Saya tadi baru mau mengusulkan mungkin kita memerlukan Pupuk Hub Digital yang diperbanyak dan diperluas. Sehingga sosialisasinya kepada petani dan pekebun ada dan hadir.” tegasnya.

Ketiga, menurut Ibas harga pupuk relatif mahal. “Harga relatif mahal. Ya ini hukum pasar, supply dan demand. Katakanlah pupuk urea 50 kg 120 ribu, pupuk non-subsidinya 350 ribu, itu disparitasnya (perbedaannya) terlalu tinggi. Bagaimana kita memberikan edukasi kepada pasar supaya ada titik terang juga di sana?, lebih lagi ada rencana mengurangi jenis pupuk subsidi dari 5 jenis menjadi hanya 2 jenis yaitu NPK & Urea saja yg tersubsidi," pungkasnya.

Baca: Kronologi Anak Buya Arrazy Meninggal karena Tertembak Pistol Milik Pengawal sang Ayah.

Terakhir Wakil Ketua Banggar DPR RI ini juga mempertanyakan bagaimana pengawasan, monitoring, ‘quick response’, ‘quick wins’.

“Saran saya sebagai quick win dan quick response dari Holding Pupuk Indonesia, tolong Pak disiapkan LO (naradamping) atau pihak yang ikut mengawasi perzona. Sehingga permasalahan ini bisa langsung didengar, terjawab, dan cepat terselesaikan. Kami juga mau ‘contact person’nya sehingga nanti kalau ada permasalahan di dapil kami bisa langsung ditangani dengan secepatnya,” pungkas Ibas.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!