P2TP2A Sulsel Atensi Penanganan Kasus Asusila Anak di Parepare

Rabu, 24 Juni 2020 - 20:43 WIB
"Kami sangat terbuka untuk menerima rujukan. Karena bisa saja korban membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, pengobatan hingga pendampingan untuk sikologis korban. Kalaupun kami yang harus proaktif, layanan kami siap," kata Meisy, Rabu (24/6/2020).

Kasus asusila anak di Parepare yang kini bergulir memang terbilang miris. Korbannya yang masih berusia remaja diketahui mengalami pemerkosaan beruntun. Terdapat dua laporan atas kasus berbeda yang masuk ke penegak hukum, dimana dalam kasus pertama dilakukan satu orang dan kasus kedua dilakukan tujuh orang.

Kasus asusila anak itu sendiri terjadi pada bulan Ramadhan lalu. Penanganan perkara ini baru heboh dan menjadi perbincangan setelah ibu korban mengaku tidak mendapat keadilan saat sidang pertama bergulir di pengadilan negeri setempat.

Meisy menyampaikan terkait pendampingan terhadap korban yang cenderung merasa dipojokkan, mestinya memang menjadi perhatian. Mindset penegak hukum idealnya dibangun untuk melakukan advokasi terhadap korban yang merupakan anak di bawah umur.

Pendampingan terhadap korban, kata Meisy lagi, bukan cuma di awal saja, tapi semua hal termasuk setiap kali ada tindakan yang akan dilakukan. Terutama tindakan saat hendak mengambil keputusan. "Itu agar korban tak merasa sendiri, sehingga dibutuhkan pendampingan yang intens," urainya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!