Begini Pola Penyebaran Virus Corona pada Manusia
Minggu, 26 April 2020 - 10:33 WIB
Pemerintah terus menerus meningkatkan kapasitas pemeriksaan dengan mengaktifkan 45 laboratorium untuk tes polymerase chain reaction (PCR) virus Corona. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah semakin terus meningkatkan kapasitas pemeriksaan dengan mengaktifkan 45 laboratorium untuk tes polymerase chain reaction (PCR).
Ini sangat bermanfaat untuk mendeteksi dan melacak penyebaran Covid-19 atau virus Corona.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengungkapkan, sudah ada 67.828 spesimen dan kasus yang diperiksa mencapai 52.541 orang. Hasilnya, 8.607 orang positif dan 43.934 orang negatif.
Pandemi Covid-19 telah menyebar ke 34 provinsi dan 280 kabupaten/kota di Indonesia. Yuri, sapaan akrabnya, menyebutkan saat ini ada 206.911 orang dalam pemantauan (ODP) dan 19.084 pasien dalam pengawasan (PDP). (BACA JUGA: PPDB SMA dan SMK di Sumut Dilakukan Secara Daring)
Yuri menjelaskan, penyakit Covid-19 ini sebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernafasan. Virus ini menyebabkan kegagalan fungsi pernafasan di paru-paru. Virus ini pertama kali terdeteksi di Tiongkok dan akhirnya menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.
"Virus di saluran pernafasan dari orang sakit tersebar ke luar saat bicara, batuk, dan bersin. Bersamaan dengan itu keluar percikan air dari hidung dan mulut yang ukurannya sangat kecil. Itu yang disebut droplet. Ini terhirup dan mencemari benda-benda di sekitarnya," terangnya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (25/04/2020).
Ini sangat bermanfaat untuk mendeteksi dan melacak penyebaran Covid-19 atau virus Corona.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengungkapkan, sudah ada 67.828 spesimen dan kasus yang diperiksa mencapai 52.541 orang. Hasilnya, 8.607 orang positif dan 43.934 orang negatif.
Pandemi Covid-19 telah menyebar ke 34 provinsi dan 280 kabupaten/kota di Indonesia. Yuri, sapaan akrabnya, menyebutkan saat ini ada 206.911 orang dalam pemantauan (ODP) dan 19.084 pasien dalam pengawasan (PDP). (BACA JUGA: PPDB SMA dan SMK di Sumut Dilakukan Secara Daring)
Yuri menjelaskan, penyakit Covid-19 ini sebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernafasan. Virus ini menyebabkan kegagalan fungsi pernafasan di paru-paru. Virus ini pertama kali terdeteksi di Tiongkok dan akhirnya menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.
"Virus di saluran pernafasan dari orang sakit tersebar ke luar saat bicara, batuk, dan bersin. Bersamaan dengan itu keluar percikan air dari hidung dan mulut yang ukurannya sangat kecil. Itu yang disebut droplet. Ini terhirup dan mencemari benda-benda di sekitarnya," terangnya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (25/04/2020).
Lihat Juga :