Kementan Pastikan Program Regenerasi Petani di Tanah Laut Berikan Dampak Positif
Jum'at, 03 Juni 2022 - 11:21 WIB
Memastikan program YESS berjalan lancar, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Kalsel bertemu dengan penyuluh, mobilizer, penerima manfaat Hibah Kompetitif (HK) serta fasilitator muda program YESS (01/06) di kabupaten Tanah Laut (01/05). Apresiasi pun diberikan Dedi kepada para penerima HK.
“Saya senang melihat perkembangan regenerasi petani di kabupaten Tanah Laut ini. Kementan akan terus memfasilitasi, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan sumberdaya manusia khususnya petani milenial melalui pelatihan. Hadirnya program YESS serta program Kementan lainnya tentunya jangan disia-siakan, ini merupakan peluang baik”, ungkap Dedi.
Menanggapi kisah sukses dari salah satu penerima HK ditahun 2021, Khairul Effendi yang tengah melakukan budidaya melon, Dedi mengatakan sebagai petani millennial jangan lekas merasa puas dengan hasil yang didapatkan.
“Generasi milenial jangan lekas puas, kalau saat ini memiliki lahan 1 ha, kedepan harus memiliki target peningkatan luasan lahan. Kalau saat ini menghasilkan produktivitas 20 ton, kedepan harus upayakan menjadi 2 kali lipat. Kalau saat ini fokus mengembangkan budidaya melon, kedepan harus mencoba mengembangkan komoditi lainnya. Orientasinya harus diubah jangan hanya menghasilkan produk pertanian tetapi menjadi ladang bisnis, menghasilkan cuan”, papar Dedi penuh optimis.
Hadir pula penerima 22 orang penerima bantuan hibah kompetitif lainnya dengan nilai total sebanyak 1, 79 milyar rupiah. Salah satunya adalah Siti Aisyah yang telah berhasil memperluas lahan jagung dari 1 ha menjadi 5 ha setelah mendapatkan bantuan HK program YESS.
Pada kunjungan tersebut Dedi pun membagikan kiat sukses dalam sektor pertanian, yakni The Power of Love. “Cintai sektor pertanian, kalau sudah cinta pasti semua akan dilakukan untuk apa yang dicintai. Contohnya Tanah, cintai tanah sebagai media tanam dari sektor pertanian, garap dengan baik, beri pupuk, penuhi nutrisinya hingga menjadi tanah subur. Ketika tanah subur dan disemai bibit akan menghasilkan komoditas unggul, melon dengan kualitas super,jagung, padi, sayuran dalam kualitas super yang pastinya akan berdampak pada nilai jual yang tinggi”, pesan Dedi.
“Saya senang melihat perkembangan regenerasi petani di kabupaten Tanah Laut ini. Kementan akan terus memfasilitasi, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan sumberdaya manusia khususnya petani milenial melalui pelatihan. Hadirnya program YESS serta program Kementan lainnya tentunya jangan disia-siakan, ini merupakan peluang baik”, ungkap Dedi.
Menanggapi kisah sukses dari salah satu penerima HK ditahun 2021, Khairul Effendi yang tengah melakukan budidaya melon, Dedi mengatakan sebagai petani millennial jangan lekas merasa puas dengan hasil yang didapatkan.
“Generasi milenial jangan lekas puas, kalau saat ini memiliki lahan 1 ha, kedepan harus memiliki target peningkatan luasan lahan. Kalau saat ini menghasilkan produktivitas 20 ton, kedepan harus upayakan menjadi 2 kali lipat. Kalau saat ini fokus mengembangkan budidaya melon, kedepan harus mencoba mengembangkan komoditi lainnya. Orientasinya harus diubah jangan hanya menghasilkan produk pertanian tetapi menjadi ladang bisnis, menghasilkan cuan”, papar Dedi penuh optimis.
Hadir pula penerima 22 orang penerima bantuan hibah kompetitif lainnya dengan nilai total sebanyak 1, 79 milyar rupiah. Salah satunya adalah Siti Aisyah yang telah berhasil memperluas lahan jagung dari 1 ha menjadi 5 ha setelah mendapatkan bantuan HK program YESS.
Pada kunjungan tersebut Dedi pun membagikan kiat sukses dalam sektor pertanian, yakni The Power of Love. “Cintai sektor pertanian, kalau sudah cinta pasti semua akan dilakukan untuk apa yang dicintai. Contohnya Tanah, cintai tanah sebagai media tanam dari sektor pertanian, garap dengan baik, beri pupuk, penuhi nutrisinya hingga menjadi tanah subur. Ketika tanah subur dan disemai bibit akan menghasilkan komoditas unggul, melon dengan kualitas super,jagung, padi, sayuran dalam kualitas super yang pastinya akan berdampak pada nilai jual yang tinggi”, pesan Dedi.
Lihat Juga :