Pemprov Jawa Timur Akan Perkuat Ekspor Emas Perhiasan

Selasa, 23 Juni 2020 - 12:53 WIB
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, komoditas ekspor selama Januari-Mei 2020, terbesar adalah emas perhiasan dengan kontribusi 16 persen atau USD1,3 miliar. Disusul komoditas tembaga dimurnikan berupa katoda dan bagian dari katoda, dengan kontribusi 5,82 persen atau sebesar USD488,22 juta. Peringkat ketiga adalah komoditas sisa dan skrap dari logam mulia lainnya dengan peranan sebesar 4,94 persen atau dengan nilai sebesar USD414,85 juta.

Di sisi lain, di periode yang sama, neraca perdagangan Jatim mengalami defisit sebesar USD107,53 juta. Defisit ini terjadi akibat selisih perdagangan ekspor-impor di sektor non migas yang surplus sebesar USD1,20 miliar. Namun, selisih perdagangan ekspor-impor di sektor migas justru defisit USD1,31 miliar. (Baca: IDI Melihat Banyak Kabar Hoax di Tengah Pandemi COVID-19 )

“Perhiasan/permata menjadi penyelamat bagi ekspor non migas Jawa Timur pada masa pandemi ini. Kondisi perekonomian global yang tidak pasti mendorong masyarakat untuk memilih perhiasan/permata sebagai sarana investasi yang aman dan memadai,” tandas Khofifah.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!