Kisah Bondan Kejawan, Putra Prabu Brawijaya yang Lahir Demi Menyembuhkan Penyakit Raja
Rabu, 01 Juni 2022 - 05:30 WIB
Sayangnya, ketika putri Wandan Sari melahirkan anak dari benih Prabu Brawijaya, bayi tersebut diberikan kepada Ki Buyut Masahar dengan pesan agar bayi tersebut dilenyapkan. Alasanya, menurut ramalan para ahli nujum, anak ini kelak akan membawa keburukan bagi kerajaan Majapahit.
Namun, Ki Buyut Masahar justru merawat bayi laki-laki itu, yang kemudian diberi nama Bondan Kejawan tersebut.
Suatu ketika Ki Buyut Masahar yang setiap habis musim panen menyerahkan hasil sawah kepada sang Prabu Majapahit, karena hasil padi terlalu banyak, padi itu dipikul oleh banyak orang. Saat itu, Bondan Kejawan ingin ikut serta di luar pengetahuan bapak angkatnya.
Penyerahan hasil padi telah diserahkan kepada sang prabu dan diterima oleh para pembesar yang ditugaskan. Sementara itu, Bondan Kejawan masuk Siti Inggil menuju tempat gamelan Sekar Dalima, hadiah dari Raja Campa.
Baca juga: Kisah Pembunuhan Raja Demak Sunan Prawoto Dipicu Dendam Kesumat Arya Penangsang
Bondan Kejawan bermain gamelan Sekar Dalima, sedangkan gamelan Sekar Dalima merupakan gamelan pusaka, tidak boleh dimainkan oleh sembarang orang. Hanya dimainkan di waktu-waktu tertentu saja. Dengan sendirinya bunyi gamelan itu membuat terkejut orang banyak hingga sampai ke telinga sang Prabu Brawijaya.
Sang Prabu pun memberikan perintah untuk memeriksa siapa-siapa yang berani memainkan gamelan Sekar Dalima itu. Ketika Bondan Kejawan ditangkap dan ditanya siapa nama dan dari mana asalnya, dia mengaku bahwa dia yakni anak Ki Masahar, juru sawah dan dibawa menghadap ke raja.
Namun, Ki Buyut Masahar justru merawat bayi laki-laki itu, yang kemudian diberi nama Bondan Kejawan tersebut.
Suatu ketika Ki Buyut Masahar yang setiap habis musim panen menyerahkan hasil sawah kepada sang Prabu Majapahit, karena hasil padi terlalu banyak, padi itu dipikul oleh banyak orang. Saat itu, Bondan Kejawan ingin ikut serta di luar pengetahuan bapak angkatnya.
Penyerahan hasil padi telah diserahkan kepada sang prabu dan diterima oleh para pembesar yang ditugaskan. Sementara itu, Bondan Kejawan masuk Siti Inggil menuju tempat gamelan Sekar Dalima, hadiah dari Raja Campa.
Baca juga: Kisah Pembunuhan Raja Demak Sunan Prawoto Dipicu Dendam Kesumat Arya Penangsang
Bondan Kejawan bermain gamelan Sekar Dalima, sedangkan gamelan Sekar Dalima merupakan gamelan pusaka, tidak boleh dimainkan oleh sembarang orang. Hanya dimainkan di waktu-waktu tertentu saja. Dengan sendirinya bunyi gamelan itu membuat terkejut orang banyak hingga sampai ke telinga sang Prabu Brawijaya.
Sang Prabu pun memberikan perintah untuk memeriksa siapa-siapa yang berani memainkan gamelan Sekar Dalima itu. Ketika Bondan Kejawan ditangkap dan ditanya siapa nama dan dari mana asalnya, dia mengaku bahwa dia yakni anak Ki Masahar, juru sawah dan dibawa menghadap ke raja.
Lihat Juga :