Jelang PSPB Surabaya, Pedagang Terima Uang Harus Disemprot Hand Sanitizer

Sabtu, 25 April 2020 - 16:39 WIB
Para pedagang di Pasar Genteng Surabaya mendapatkan sosialiasi tentang persiapan PSBB di Kota Pahlawan. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menemui para pedagang di Pasar Genteng untuk melakukan sosialisasi pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Sabtu (25/4/2020).

Risma berkeliling dan blusukan masuk ke dalam pasar meminta kepada semua pedagang dan warga agar melaksanakan protokol bersama-sama. Mulai dari menjaga kebersihan, menggunakan masker hingga menjaga jarak atau phsycal distancing, baik sesama pedagang, maupun dengan pembeli. (Baca juga: Pesan Ganja Cair, Warga Amerika Serikat Ditangkap di Kalbar)



Selain itu, Wali Kota juga ikut menata barang-barang milik pedagang agar tidak berdempetan dengan penjual yang lain. Sehingga protokol bisa dilakukan dengan baik di pasar tradisional. “Ayo jangan nggerombol (bergerombol), tolong dijaga jaraknya. Pakai maskernya jangan lupa setiap hari,” katanya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini meminta para pembeli dan penjual tidak kontak fisik secara langsung saat melakukan transaksi. Misalnya saat pembeli memilih barang, mereka diimbau untuk tetap berada di depan toko dan tidak ikut mengambil barang. “Semua harus bisa diatur. Jangan bergerombol. Pembeli di luar,” tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!