IAS Tambah Persaingan Perebutan Tiket Golkar pada Pilgub Sulsel 2024
Sabtu, 28 Mei 2022 - 09:21 WIB
Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Taufan Pawe (TP) tampak akrab saat bertemu di kediaman IAS, beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi kembali bergabung ke Golkar. Pengumumannya akan dirangkaikan dengan acara halal bi halal di Makassar pada Minggu (29/5/2022) besok.
Bergabungnya IAS ke Golkar, diyakini akan menambah persaingan rekomendasi partai berlambang beringin pada Pilgub Sulsel 2024. Apalagi IAS sendiri sudah menyatakan siap kembali maju sebagai 01 Sulsel.
Baca Juga: IAS Kembali ke Golkar, Bakal Dipakaikan Jas Kuning pada Acara Halal Bihalal
"Persaingan tentu akan bertambah dengan bergabungnya Pak IAS ke Golkar. Apalagi kan beliau bukan tokoh kemarin sore. Ia pernah menjadi Ketua Golkar dan pernah maju di Pilgub Sulsel lawan Pak SYL," kata Pengamat Politik dari Unhas, Sukri Tamma.
Posisi Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe, dinilai makin tidak aman. Sebab IAS merupakan figur yang memiliki ambisi besar maju pada Pilgub Sulsel 2024.
Selain dua nama ini, beberapa tokoh lain juga diunggulkan untuk diusung Golkar. Di antaranya ialah Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak dan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani.
Selain itu, ada juga nama-nama dari DPP yang diunggulkan maju di Pilgub Sulsel 2024. Diantaranya ialah Nurdin Halid dan Erwin Aksa yang sama-sama menjabat Waketum.
"Secara individu, memang bergabungnya Pak IAS akan menambah persaingan di internal Golkar. Sehingga bagi mereka yang sebelumnya digadang-gadang, jadi merasa ada pesaing baru," ujarnya.
Meski begitu, Sukri menuturkan kondisi ini sejatinya menguntungkan Golkar. Sebab partai berlambang beringin jadi punya banyak pilihan mengusung kader internal untuk dijagokan di Pilgub Sulsel 2024.
"Golkar jadi banyak opsi untuk menentukan siapa dari mereka yang paling. Paling diunggulkan, paling berpotensi menang, hingga paling diterima masyarakat," jelasnya.
Pengamat Politik Unhas lainnya, Andi Ali Armunanto, menilai terlalu cepat jika IAS menyampaikan niatnya maju Pilgub Sulsel melalui Golkar. Baiknya, IAS harus bertemu dengan Taufan Pawe untuk mencairkan suasana.
"Mungkin saat ini dia akan mesra dulu, karena kita lihat ambisi pak Taufan Pawe (jadi Gubernur juga cukup besar). Kalau Pak IAS langsung melihat menampakan ambisinya tidak terlalu bagus. Dan bisa menjadi halangan dia untuk diterima," terangnya.
Jubir Golkar Sulsel, Zulham Arief, menyambut baik bergabungnya IAS ke Golkar. Ia bahkan berharap tokoh-tokoh lain juga ikut berjuang bersama Golkar menghadapi 2024 mendatang.
"Tentu akan menambah kekuatan Golkar dan Sulsel tetap kuning. Kita berharap banyak tokoh lain yang bergabung," ungkapnya.
Bergabungnya IAS ke Golkar, diyakini akan menambah persaingan rekomendasi partai berlambang beringin pada Pilgub Sulsel 2024. Apalagi IAS sendiri sudah menyatakan siap kembali maju sebagai 01 Sulsel.
Baca Juga: IAS Kembali ke Golkar, Bakal Dipakaikan Jas Kuning pada Acara Halal Bihalal
"Persaingan tentu akan bertambah dengan bergabungnya Pak IAS ke Golkar. Apalagi kan beliau bukan tokoh kemarin sore. Ia pernah menjadi Ketua Golkar dan pernah maju di Pilgub Sulsel lawan Pak SYL," kata Pengamat Politik dari Unhas, Sukri Tamma.
Posisi Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe, dinilai makin tidak aman. Sebab IAS merupakan figur yang memiliki ambisi besar maju pada Pilgub Sulsel 2024.
Selain dua nama ini, beberapa tokoh lain juga diunggulkan untuk diusung Golkar. Di antaranya ialah Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak dan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani.
Selain itu, ada juga nama-nama dari DPP yang diunggulkan maju di Pilgub Sulsel 2024. Diantaranya ialah Nurdin Halid dan Erwin Aksa yang sama-sama menjabat Waketum.
"Secara individu, memang bergabungnya Pak IAS akan menambah persaingan di internal Golkar. Sehingga bagi mereka yang sebelumnya digadang-gadang, jadi merasa ada pesaing baru," ujarnya.
Meski begitu, Sukri menuturkan kondisi ini sejatinya menguntungkan Golkar. Sebab partai berlambang beringin jadi punya banyak pilihan mengusung kader internal untuk dijagokan di Pilgub Sulsel 2024.
"Golkar jadi banyak opsi untuk menentukan siapa dari mereka yang paling. Paling diunggulkan, paling berpotensi menang, hingga paling diterima masyarakat," jelasnya.
Pengamat Politik Unhas lainnya, Andi Ali Armunanto, menilai terlalu cepat jika IAS menyampaikan niatnya maju Pilgub Sulsel melalui Golkar. Baiknya, IAS harus bertemu dengan Taufan Pawe untuk mencairkan suasana.
"Mungkin saat ini dia akan mesra dulu, karena kita lihat ambisi pak Taufan Pawe (jadi Gubernur juga cukup besar). Kalau Pak IAS langsung melihat menampakan ambisinya tidak terlalu bagus. Dan bisa menjadi halangan dia untuk diterima," terangnya.
Jubir Golkar Sulsel, Zulham Arief, menyambut baik bergabungnya IAS ke Golkar. Ia bahkan berharap tokoh-tokoh lain juga ikut berjuang bersama Golkar menghadapi 2024 mendatang.
"Tentu akan menambah kekuatan Golkar dan Sulsel tetap kuning. Kita berharap banyak tokoh lain yang bergabung," ungkapnya.
Lihat Juga :