Presiden Rouhani Minta Militer Iran Waspada Aksi Provokasi AS
Sabtu, 25 April 2020 - 15:20 WIB
Teheran menyalahkan musuh lamanya itu untuk insiden tersebut. Pada hari Kamis, Kementerian Luar Negeri Iran memanggil duta besar Swiss di Teheran, yang mewakili kepentingan AS di negara itu, atas ketegangan baru-baru ini antara Teheran dan Washington.
Ketegangan antara Iran dan AS menajam sejak 2018, ketika Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Teheran 2015 dengan enam kekuatan dunia dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan.
Permusuhan melonjak pada awal Januari ketika komandan militer Iran Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad. Iran membalas pada 9 Januari dengan menembakkan rudal ke pangkalan-pangkalan di Irak di mana pasukan AS ditempatkan. Ulama penguasa Iran menganggap kehadiran militer AS di Timur Tengah sebagai ancaman bagi keamanan Teheran.
Menyulut ketegangan karena program nuklir dan rudal Teheran, Pengawal Iran pada hari Rabu mengatakan mereka telah berhasil meluncurkan satelit militer pertama negara itu ke orbit. Pengumuman itu mengundang protes dari Washington, London dan Paris.
Ketegangan antara Iran dan AS menajam sejak 2018, ketika Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Teheran 2015 dengan enam kekuatan dunia dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan.
Permusuhan melonjak pada awal Januari ketika komandan militer Iran Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad. Iran membalas pada 9 Januari dengan menembakkan rudal ke pangkalan-pangkalan di Irak di mana pasukan AS ditempatkan. Ulama penguasa Iran menganggap kehadiran militer AS di Timur Tengah sebagai ancaman bagi keamanan Teheran.
Menyulut ketegangan karena program nuklir dan rudal Teheran, Pengawal Iran pada hari Rabu mengatakan mereka telah berhasil meluncurkan satelit militer pertama negara itu ke orbit. Pengumuman itu mengundang protes dari Washington, London dan Paris.
(don)
Lihat Juga :