Di Tengah Pandemi, Pedagang Pasar Ciputat Minta Revitalisasi Ditunda

Senin, 22 Juni 2020 - 16:05 WIB
Dia pun meminta Pemkot berhati-hati dengan kebijakan revitalisasi. Menurutnya, jangan sampai ada kejadian di mana setelah diberi tempat baru justru transaksi perdagangan lebih sepi. Hal demikian terjadi akibat harga barang mengalami kenaikan tinggi lantaran mengikuti biaya iuran yang meningkat.

"Kalau revitalisasi dilakukan kerjasama dengan investor swasta, pasti hilang istilah pasar Ciputat yang terkenal pasar murah itu. Revitalisasi pasar Ciputat usahakan jangan kerjasama dengan swasta, karena akan beda kepentingannya," imbuhnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ngadiran menyarankan agar Pemkot Tangsel tak asal merevitalisasi dan merelokasi para pedagang sebelum dilakukan pendataan secara matang. Baik mereka yang memiliki kios atau mereka yang terpaksa berjualan dengan lapak kaki lima.

"Peremajaan fisiknya itu harus, karena saat ini kondisinya memang sudah tak layak. Tapi yang lebih utama itu haruslah diperbaiki penataan lapak para pedagangnya. Jumlah yang memiliki kios berapa, yang di luar kios berapa. Sehingga saat revitalisasi itu selesai, ya tidak ada lagi yang gelar dagangan di pinggir-pinggir jalan, semua tertib di satu area," terang Ngadiran terpisah.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!