Kisah Pemeran Hantu Film KKN Desa Penari, Ada yang Kesurupan dan Dibayar Rp75.000

Selasa, 17 Mei 2022 - 12:00 WIB
Bagaimana tidak, meskipun perannya hanya sebentar muncul di layar namun dia harus berjuang sehari semalam. Make up yang menutup wajahnya tidak boleh dihapus dalam 24 jam.

Ketika menunggu giliran syuting, ia dan puluhan orang lainnya harus berada di dalam bus dengan AC tetap hidup. Tujuannya agar make up tersebut tidak hilang.

Baca juga: Asyik Menjajakan Sabu di Tepi Jalan, Wanita Kepala Lingkungan di Medan Terperajat Diciduk Polisi

Tak hanya itu, ketika proses syuting dilaksanakan, ia tidak boleh berkedip atau bahkan memejamkan mata. Jika terlanjur berkedip maka syuting harus diulang kembali. Tak hanya itu, gerakan sekecil apapun ketika tidak sesuai maka akan diulang pengambilan gambarnya.

"Bayangkan mata tak boleh berkedip dalam waktu yang lama. Kami dibayar Rp75.000 sekali pengambilan gambar," terangnya.

Untuk syuting pesta tarian yang dilakukan para hantu tidak dilaksanakan di Dusun Ngluweng, melainkan di Joglo tengah Hutan Wanagama. Lokasi tersebut berdekatan dengan sendang tempat Bima bercinta dengan Ayu. Sendang tersebut berada di pinggir Sungai Oya.

Dua orang sempat kesurupan ketika proses syuting film KKN Desa Penari. Kesurupan pertama menimpa salah seorang kru saat syuting di rumah Ngadiyo, rumah utama di film tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!