Pengguna Sepeda Makin Marak, Perlu Penambahan Fasilitas Khusus Pesepeda
Jum'at, 19 Juni 2020 - 02:02 WIB
Bagi Theo, bersepeda di tengah pandemik membuat dirinya kian terbatas. Sebab dalam beberapa hari terakhir banyak masyarakat bersepeda cukup banyak. Kondisi ini tak diimbangi dengan jalur sepeda yang tak begitu luas. (Baca juga; Pengguna Sepeda Meningkat, DKI Buka Jalur Sementara di Jalan Sudirman-Thamrin )
Sekalipun kendaraan dalam beberapa hari terakhir sangat sedikit, namun dirinya enggan menggunakan jalur kendaraan lantaran berisiko. Dia mencontohkan di kawasan Sudirman - Thamrin. Saat empat bulan lalu, sebelum COVID-19 mewabah di Jakarta, jalanan cukup nyaman untuk bersepeda. Namun setelah pandemi mewabah sekitar dua bulan lalu, jalur sepeda cukup padat. “Memang jalur kendaraan sepi, tapi sangat berisiko,” tuturnya.
Saat ini ketika transisi PSBB, Theo mengatakan, jalanan Jakarta cukup menyenangkan untuk bersepeda. Selain sepi kendaraan banyak pesepeda yang mulai berani keluar. “Kasar kata sampai anak kecil pun keluar,” tuturnya.
Pernyataan Theo terlihat saat SINDOnews menyambangi kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Setelah Gubernur DKI, Anies Baswedan mengubah masa PSBB menjadi Transisi PSBB kawasan Senayan mulai dijamuri oleh masyarakat yang bersepeda.
Setiap sore, di pinggiran Stadion Gelora Bung Karno ini dipenuhi pesepeda. Tua, muda, anak anak, pria dan wanita memenuhi kawasan itu. Lingkaran sebelum masuk ke kawasan GBK menjadi lokasi favorit para pesepeda.
Para pesepeda kemudian harus berjalan seirama dengan masyarakat lainnya yang berolahraga. Ada yang berlari, senam, maupun beraktivitas olahraga lainnya.
Sementara bagi pengguna sepeda yang ingin lebih jauh, mereka biasanya bersepeda di jalanan di sekitar Senayan. Melintasi kawasan Gerbang Pemuda, Asia Afrika, Gerbang Senayan, hingga ke Jalan Sudirman. Biasanya sehabis Magrib, pengguna sepeda di kawasan ini akan jauh lebih banyak.
Sekalipun kendaraan dalam beberapa hari terakhir sangat sedikit, namun dirinya enggan menggunakan jalur kendaraan lantaran berisiko. Dia mencontohkan di kawasan Sudirman - Thamrin. Saat empat bulan lalu, sebelum COVID-19 mewabah di Jakarta, jalanan cukup nyaman untuk bersepeda. Namun setelah pandemi mewabah sekitar dua bulan lalu, jalur sepeda cukup padat. “Memang jalur kendaraan sepi, tapi sangat berisiko,” tuturnya.
Saat ini ketika transisi PSBB, Theo mengatakan, jalanan Jakarta cukup menyenangkan untuk bersepeda. Selain sepi kendaraan banyak pesepeda yang mulai berani keluar. “Kasar kata sampai anak kecil pun keluar,” tuturnya.
Pernyataan Theo terlihat saat SINDOnews menyambangi kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Setelah Gubernur DKI, Anies Baswedan mengubah masa PSBB menjadi Transisi PSBB kawasan Senayan mulai dijamuri oleh masyarakat yang bersepeda.
Setiap sore, di pinggiran Stadion Gelora Bung Karno ini dipenuhi pesepeda. Tua, muda, anak anak, pria dan wanita memenuhi kawasan itu. Lingkaran sebelum masuk ke kawasan GBK menjadi lokasi favorit para pesepeda.
Para pesepeda kemudian harus berjalan seirama dengan masyarakat lainnya yang berolahraga. Ada yang berlari, senam, maupun beraktivitas olahraga lainnya.
Sementara bagi pengguna sepeda yang ingin lebih jauh, mereka biasanya bersepeda di jalanan di sekitar Senayan. Melintasi kawasan Gerbang Pemuda, Asia Afrika, Gerbang Senayan, hingga ke Jalan Sudirman. Biasanya sehabis Magrib, pengguna sepeda di kawasan ini akan jauh lebih banyak.
Lihat Juga :