Hendi Temui Ganjar, Semarang Terapkan Skema Non PSBB
Jum'at, 24 April 2020 - 19:15 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menghadiri rapat evaluasi penanganan COVID-19 yang digelar di Gedung Gradika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan. Foto: Dok.Humas Pemkot Semarang
SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akhirnya bertemu secara langsung dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam rapat yang digelar pada Jumat (24/4).
Berbeda dengan rapat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang selalu menggunakan sambungan tele konferensi, kali ini Rapat Evaluasi Penanganan COVID-19 digelar secara langsung di Gedung Gradika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan.
Ganjar Pranowo hadir secara langsung memimpin rapat, begitu pula Hendi, akrab disapa Wali Kota Semarang, juga hadir secara langsung memenuhi undangan.
Setelah sebelumnya terus mendesak Kota Semarang untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dalam rapat tersebut Gubernur Jawa Tengah itu justru mengusulkan konsep yang disebutnya 'Jogo Tonggo' (menjaga tetangga). Dengan konsep itu Ganjar mendorong agar masyarakat berperan aktif dalam mendukung jaring pengaman sosial, dan jaring pengaman ekonomi. Dirinya meminta ada keterlibatan ketua RW dan ketua RT dalam penanganan COVID - 19.
Terkait usulan tersebut, Hendi mengatakan bahwa pandangan Ganjar sejalan dalam kaitan tidak memberlakukan PSBB.
"Jogo Tonggo itu sejalan dengan yang ingin diberlakukan di Kota Semarang, yaitu pembatasan wilayah Non PSBB. Maka ini kami siapkan menyesuaikan masukan Pak Gubernur," tutur Hendi.
Berbeda dengan rapat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang selalu menggunakan sambungan tele konferensi, kali ini Rapat Evaluasi Penanganan COVID-19 digelar secara langsung di Gedung Gradika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan.
Ganjar Pranowo hadir secara langsung memimpin rapat, begitu pula Hendi, akrab disapa Wali Kota Semarang, juga hadir secara langsung memenuhi undangan.
Setelah sebelumnya terus mendesak Kota Semarang untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dalam rapat tersebut Gubernur Jawa Tengah itu justru mengusulkan konsep yang disebutnya 'Jogo Tonggo' (menjaga tetangga). Dengan konsep itu Ganjar mendorong agar masyarakat berperan aktif dalam mendukung jaring pengaman sosial, dan jaring pengaman ekonomi. Dirinya meminta ada keterlibatan ketua RW dan ketua RT dalam penanganan COVID - 19.
Terkait usulan tersebut, Hendi mengatakan bahwa pandangan Ganjar sejalan dalam kaitan tidak memberlakukan PSBB.
"Jogo Tonggo itu sejalan dengan yang ingin diberlakukan di Kota Semarang, yaitu pembatasan wilayah Non PSBB. Maka ini kami siapkan menyesuaikan masukan Pak Gubernur," tutur Hendi.
Lihat Juga :