Laskar Pelangi Pemkot Makassar Bakal Jalani Tes Ulang
Kamis, 07 April 2022 - 15:50 WIB
Pertama, Laskar Pelangi spesialis. Mereka adalah orang-orang yang memiliki skill atau kemampuan khusus seperti dokter, perawat guru, ahli IT, ahli perencanaan, ahli hukum, ahli bahasa, ahli agama, hingga ahli sosial media.
"Jadi misalnya saat tes dia memilih sebagai ahli IT, maka akan dites oleh orang yang berkompeten yang telah ditunjuk. Kalau memenuhi syarat, dia disertifikasi. Maka dia masuk Laskar Pelangi spesialis. Gajinya beda," kata Danny.
Baca juga:Pemkot Kucurkan Dana Hibah Rp20 Miliar untuk KONI Makassar
Kemudian golongan kedua adalah Laskar Pelangi tenaga administrasi. Mereka yang lulus pada bagian ini nantinya akan disebar ke seluruh OPD sesuai kebutuhan masing-masing.
Kemudian golongan terakhir adalah Laskar Pelangi operasional. Di dalamnya adalah mereka yang harus bersiaga selama 24 jam. Di antaranya penggali kubur, sopir pemadam kebakaran, sopir ambulans, dan lainnya.
"Jadi yang menariknya, jika ada yang tes untuk spesifikasi administrasi namun yang bersangkutan tidak lulus, terpaksa jadi tenaga operasional 24 jam. Kalau ada yang lowong penggali kubur, yah ditempatkan di situ. Kalau tidak ada skill, tidak ada spesialis, mau diapa," katanya.
"Jadi misalnya saat tes dia memilih sebagai ahli IT, maka akan dites oleh orang yang berkompeten yang telah ditunjuk. Kalau memenuhi syarat, dia disertifikasi. Maka dia masuk Laskar Pelangi spesialis. Gajinya beda," kata Danny.
Baca juga:Pemkot Kucurkan Dana Hibah Rp20 Miliar untuk KONI Makassar
Kemudian golongan kedua adalah Laskar Pelangi tenaga administrasi. Mereka yang lulus pada bagian ini nantinya akan disebar ke seluruh OPD sesuai kebutuhan masing-masing.
Kemudian golongan terakhir adalah Laskar Pelangi operasional. Di dalamnya adalah mereka yang harus bersiaga selama 24 jam. Di antaranya penggali kubur, sopir pemadam kebakaran, sopir ambulans, dan lainnya.
"Jadi yang menariknya, jika ada yang tes untuk spesifikasi administrasi namun yang bersangkutan tidak lulus, terpaksa jadi tenaga operasional 24 jam. Kalau ada yang lowong penggali kubur, yah ditempatkan di situ. Kalau tidak ada skill, tidak ada spesialis, mau diapa," katanya.
Lihat Juga :