Ali Ngabalin Ngaku Bersedih Lihat Demokrat Zalimi IAS

Senin, 04 April 2022 - 21:45 WIB
"Sebagai warga Sulsel, saya termasuk yang susah mencernadengan akal sehat dinamika yang berujung pada gagalnya IAS memimpin Demokrat. Karena setahu saya yang namanya partai politik selalu butuh figur ketua yang punya basis massa yang jelas, terukur, dan nyata," sambung Ali Ngabalin.

Penzaliman nyata yang dialami IAS oleh Demokrat disebut Ali Ngabalin adalah skenario Tuhan menghindarkan IAS dari lembaga politik yang tidak bisa menghargainya.

"Jadi tidak usah risau sahabatku. Boleh jadi sesuatu yang kita tidak senangi itu adalah baik untuk kita. Karena Allah SWT yang maha tahu. Sabar dan salat kuncinya," pintanya kepada IAS.

Penzaliman yang dimaksudkan Ali Ngabalin juga disuarakan sejumlah kader Demokrat dan masyarakat Sulsel secara luas.

Putusan IAS tetap di Demokrat mengabaikan penzaliman yang dialaminya. Maklum, keputusan DPP menunjuk Ni'matullah sebagai ketua Demokrat dipertanyakan sejumlah pihak. Baik kader Demokrat ataupun masyarakat Sulsel lebih luas.

Pada Musda lalu, IAS mengumpulkan suara lebih banyak dibandingkan Ulla. 16 berbanding 8 suara dari 24 DPC se-Sulsel. Pada momen yang sama, Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Ulla juga ditolak oleh forum Musda lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!