Kepala BNPT: Masjid Jadi Pusat Pendidikan Islam Rahmatan Lil Alamin
Rabu, 30 Maret 2022 - 03:15 WIB
“Jadi disamping mensyiarkan, berdakwah dengan prinsipwashatiyahakan memberikan suasana yang sejuk, damai, serta membangun semangat persaudaraan, semangat bertoleransi dan menghargai antar sesama,” ujarnya.
Baca juga: Wisata Religi : Menelusuri Masjid-masjid Tua Jakarta Yang Sarat Sejarah
Menurut Kepala BNPT, Indonesia adalah negara yang beragam. Di mana dari Sabang sampai Merauke memiliki karakter Islam yang moderat, tidak ekstrem kanan dan juga tidak ekstrem kiri, tetapi berada di tengah.
“Dengan demikian masyarakat Indonesia juga senantiasa menafsirkan kitab suci dengan akal sehat, dengan konteks kekinian dan tentunya juga dengan semangat bertoleransi, juga menghargai,” lanjutnya.
Mantan Kapolda Papua ini menjelaskan bahwa bertoleransi bukan berarti menggadaikan syariat agama, melainkan sebagai negara yang beragam dan majemuk, Indonesia harus menjunjung nilai toleransi. Hal itu karena negara menjamin atas nama Undang-undang untuk melaksanakan syriat agama sesuai dengan yang dianutnya.
“Jadi tentunya tidak ada masalah bagi umat Islam untuk melakukan amaliyah sesuai dengan yang disyariatkan, dan karena karakter agama kita adalah agama yang menghormati agama lain. Itulah kebesaran bangsa kita,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPT juga berharap dengan akan dibangunnya Pondok Pesantren Nurul Ibad 3 ini, maka akan bertambah tempat untuk pembangunan manusia Indonesia dalam menyongsong Indonesia emas tahun 2045.
Baca juga: Wisata Religi : Menelusuri Masjid-masjid Tua Jakarta Yang Sarat Sejarah
Menurut Kepala BNPT, Indonesia adalah negara yang beragam. Di mana dari Sabang sampai Merauke memiliki karakter Islam yang moderat, tidak ekstrem kanan dan juga tidak ekstrem kiri, tetapi berada di tengah.
“Dengan demikian masyarakat Indonesia juga senantiasa menafsirkan kitab suci dengan akal sehat, dengan konteks kekinian dan tentunya juga dengan semangat bertoleransi, juga menghargai,” lanjutnya.
Mantan Kapolda Papua ini menjelaskan bahwa bertoleransi bukan berarti menggadaikan syariat agama, melainkan sebagai negara yang beragam dan majemuk, Indonesia harus menjunjung nilai toleransi. Hal itu karena negara menjamin atas nama Undang-undang untuk melaksanakan syriat agama sesuai dengan yang dianutnya.
“Jadi tentunya tidak ada masalah bagi umat Islam untuk melakukan amaliyah sesuai dengan yang disyariatkan, dan karena karakter agama kita adalah agama yang menghormati agama lain. Itulah kebesaran bangsa kita,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPT juga berharap dengan akan dibangunnya Pondok Pesantren Nurul Ibad 3 ini, maka akan bertambah tempat untuk pembangunan manusia Indonesia dalam menyongsong Indonesia emas tahun 2045.
Lihat Juga :