Makam Jawara di Badan Jalan di Pulogadung Viral, Keluarga Beberkan Fakta Asal-usulnya
Rabu, 17 Juni 2020 - 16:02 WIB
"Ini kalau mau kita tuntut bisa loh, siapa yang viralkan semua ada undang-undangnya. Tolong hargai nenek saya (anak dari almarhum Mardjuki) yang masih hidup. Kalau kita tujuannya positif maka datangi, cari siapa turunanya, anaknya siapa saja. Jangan main viral-viral saja," tukasnya.
Sementara, ibunda dari Susanti, Hj Nurdjanah yang merupakan cucu dari almarhum mengatakan, semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai seorang jawara dan tokoh masyarakat setempat. Hal itu juga dibenarkan Ketua RT setempat, Basir Rahman. "Alamarhum dulu jawara di sini," katanya.
(Baca juga Infografis: Polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila)
Nurdjanah menuturkan, dulunya tempat yang saat ini menjadi makam alamrhum H Mardjuki masih belum banyak terisi permukiman warga. "Dulunya di sini masih kebun semua dan almarhum tinggal di sini. Sekarang sudah beranak pinak, jadi pada pindah," tukasnya.
Sementara, ibunda dari Susanti, Hj Nurdjanah yang merupakan cucu dari almarhum mengatakan, semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai seorang jawara dan tokoh masyarakat setempat. Hal itu juga dibenarkan Ketua RT setempat, Basir Rahman. "Alamarhum dulu jawara di sini," katanya.
(Baca juga Infografis: Polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila)
Nurdjanah menuturkan, dulunya tempat yang saat ini menjadi makam alamrhum H Mardjuki masih belum banyak terisi permukiman warga. "Dulunya di sini masih kebun semua dan almarhum tinggal di sini. Sekarang sudah beranak pinak, jadi pada pindah," tukasnya.
(thm)
Lihat Juga :