Emak-Emak di Asahan Mengamuk Tak Kebagian Bantuan Covid-19 Rp600 Ribu

Rabu, 17 Juni 2020 - 12:55 WIB
"Kemana kami mau mengadu atas bola panas dari bantuan Kemensos yang diterima masyarakat. Seolah, kami yang bersalah. Padahal data warga (penerima manfaat) sudah kami sampaikan ke Dinas Sosial," kata Heri Kusniadi, Kepala Desa Ambalutu.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Asahan, Muksin tak menampik persoalan tersebut. Muksin berdalih, bahwa pendataan telah dilakukan sebagaimana mestinya.

Pendataan telah dilakukan secara berjenjang dari mulai tingkat lingkungan/dusun hingga kabupaten. Dari hasil pendataan, sebanyak 67.208 kepala keluarga (KK) merupakan masyarakat terdampak Covid-19 di luar non data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). (BACA JUGA: Menaker dan Mensos Serahkan Bansos Presiden RI)

"Jadi, basis data masyarakat yang terdampak Covid-19 yang kita miliki sebanyak 67.208 KK. Dan ini sudah kita ajukan ke-Kemensos. Tapi yang terialisasi hanya 29.567 KK," ujar Muksin.

Jika mengacu pada data tersebut, kata Muksin, masyarakat yang terdampak secara keseluruhan telah mendapatkan bantuan. Yakni, BST sebanyak 29.567 KK dan bantuan Pemprovsu sebanyak 63.768 KK. "Jadi, sekitar 93 ribu lebih kepala keluarga yang telah mendapat bantuan," katanya.

Meskipun begitu, lanjut Muksin, Pemkab Asahan telah mengalokasikan dana Rp39,9 miliar untuk meng-cover masyarakat terdampak yang belum sama sekali mendapatkan bantuan. Rencananya, bantuan yang disalurkan berbentuk uang tunai. "Tapi, jumlah penerima dan berapa besarannya, belum tahu. Masih dirumuskan," tandasnya.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!