Mantan Kapolri Ini Bentuk Densus Alap-Alap untuk Operasi Infiltrasi Timor Timur

Kamis, 24 Maret 2022 - 15:54 WIB
Untuk memimpin pasukan yang minim persiapan ditunjuklah Letnan Satu Polisi Soeripno. Seorang perwira Pelopor penerima Bintang Sakti dalam pertempuran di Tanjung Fatagar pada Operasi Trikora tahun 1962.

Sebenarnya tidak ada yang meragukan kemampuan tempur Lettu Pol Soeripno apalagi dia adalah veteran dari beberapa pertempuran yang pernah dilakukan Resimen Pelopor. Tapi, memimpin pasukan yang kurang persiapan tentu pekerjaan berat walaupun kehebatan sang komandan telah teruji di medan perang.

Meski Mabes Polri membentuk Batalion Brimob yaitu Batalion Teratai yang dipimpin AKBP Ibnu Hadjar Dwikara, namun sebagian besar mantan anggota Resimen Pelopor berada di bawah batalion-batalion Lintas Udara Kostrad atau kesatuan TNI AD lainnya. Ibnu Hadjar merupakan seorang perwira rising star di kalangan pamen Polri. Perwira Brimob ini pernah mendapatkan kursus infanteri tingkat lanjut di Fort Bragg AS.

Dengan pola penugasannya dalam Operasi Flamboyan, Densus Alap-Alap bergabung dengan tim Kopasandha (sekarang Kopassus). Di Atambua, pasukan ini menyusup ke Timor Timur dengan menyamar sebagai pedagang dan membawa senjata non standar ABRI.

Anggota Densus Alap-Alap juga tak membawa seragam Brimob melainkan pakaian sipil, celana jeans, dan kaus oblong. Dalam operasi penyusupan, Densus diberi tugas menggali informasi intelijen di Kota Atabae. Di kota ini terdapat markas pasukan Kavaleri Tropaz dengan kekuatan hampir satu batalion.

Di lapangan, Densus Alap-Alap mendapat fakta bahwa Fretilin memiliki pendukung sangat besar yang berpotensi menyulitkan pelaksanaan operasi militer dalam skala besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!