Kematian Tragis Anak Hayam Wuruk, Kepalanya Dipenggal dan Dibawa ke Majapahit

Jum'at, 18 Maret 2022 - 09:36 WIB
Peperangan akhirnya pecah setelah pembagian kekuasaan tersebut. Perang yang disebut Perang Paregreg merupakan perang terbesar yang membuat kedigdayaan Majapahit tercerai berai. Perang ini konon bahkan sampai berlangsung selama dua tahun lamanya antara 1404 sampai 1406.

Hal ini juga yang membuat putra Wikramawardhana, Bhre Tumapel dan Hyang Parameswara kebingungan membela siapa antara Wikramawardhana dengan Bhre Wirabumi. Mengingat keduanya masih memiliki trah keturunan bangsawan yang sama-sama berasal dari keluarga raja.

Peperangan yang terjadi membuat anak Hayam Wuruk Bhre Wirabumi tewas. Ia sebenarnya berhasil melarikan diri dari peperangan yang sudah menyudutkan kekuatannya. Bhre Wirabumi melarikan diri menaiki perahu pada malam hari untuk menghindari kejaran Ratu Angabaya Bhre Narapati. Baca juga: Demi Menyatukan Nusantara, Gajah Mada Masukkan Sanksi Mesum dalam Aturan Hukum Majapahit

Nahas saat melarikan diri itulah Bhre Wirabumi justru tertangkap oleh pasukan dari Wikramawardhana. Sang anak raja termahsyur Majapahit itu harus tewas dipenggal kepalanya. Kepalanya kemudian dibawa ke Majapahit, untuk dicandikan di Lung. Candi makamnya disebut Grisapura.

Setelah raja Suhita bertahta di Majapahit, Bhre Daha naik tahta. Dia adalah keturunan Bhre Wirabumi. Alhasil ketika menjadi raja Bhre Narapati yang menangkap dan membunuh Bhre Wirabumi langsung dihukum oleh Bhre Daha.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!