Perketat Protokol Kesehatan, Pesantren Diminta Bikin Satgas Jaga Santri
Senin, 15 Juni 2020 - 18:05 WIB
Terkait kembalinya santri ke pondok, Yasin menyebut sudah membuat berbagai pola acuan. Hal itu, didasarkan pada kunjungannya di beberapa ponpes, yang memiliki skenario pembelajaran jika pondok pesantren diizinkan untuk menggelar kembali proses belajar mengajar. (Baca juga: Aneh, Dermaga di Keerom Papua Ini Dibangun di Sungai yang Dangkal)
Di antaranya menggelar pendidikan dengan sistem shift, bilamana tidak semua santri menetap di pondok. Hal yang terpenting, adalah proses karantina terhadap santri, yang baru datang dari wilayah asal. Selain itu, pengurus juga wajib menyediakan fasilitas basuh tangan dan sabun untuk para santrinya.
Wagub menyebut, sudah melakukan konsultasi dengan dokter terkait mekanisme karantina. "Kalau ponpes agak kesulitan (belajar online) maka mereka harus kembali ke pesantren. Tetapi ada yang bertahap, kemarin di Banyumas itu ada yang menerapkan kedatangan bertahap, dua ratus dulu, kemudian dikarantina setelahnya datang lagi," jelasnya.
Di antaranya menggelar pendidikan dengan sistem shift, bilamana tidak semua santri menetap di pondok. Hal yang terpenting, adalah proses karantina terhadap santri, yang baru datang dari wilayah asal. Selain itu, pengurus juga wajib menyediakan fasilitas basuh tangan dan sabun untuk para santrinya.
Wagub menyebut, sudah melakukan konsultasi dengan dokter terkait mekanisme karantina. "Kalau ponpes agak kesulitan (belajar online) maka mereka harus kembali ke pesantren. Tetapi ada yang bertahap, kemarin di Banyumas itu ada yang menerapkan kedatangan bertahap, dua ratus dulu, kemudian dikarantina setelahnya datang lagi," jelasnya.
(shf)
Lihat Juga :