Demi Menyatukan Nusantara, Gajah Mada Masukkan Sanksi Mesum dalam Aturan Hukum Majapahit

Rabu, 02 Maret 2022 - 04:00 WIB
Gajah Mada bisa menetapkan kebijaksanaan dan memformulasikan strategi-strategi untuk mencapai tujuan dalam mengembangkan Majapahit. Gajah Mada mampu membuat satu visi persatuan Nusantara, sehingga Majapahit mempunyai kekuasaan melebihi Jawa.

Visi Gajah Mada tersebut ditransformasikan ke dalam misinya melalui Sumpah Palapa. Berdasarkan misi Sumpah Palapa, selanjutnya ditentukan sasaran dan tujuan segar lebih terperinci untuk dilaksanakan. Bentuk dari pembagian misi itu, Gajah Mada menentukan wilayah-wilayah yang menjadi sasaran dan tujuan penaklukan dari Sumpah Palapa.

Wilayah-wilayah yang menjadi sasaran Gajah Mada yaitu Gurun, Seran, Tanjungpura, Haru Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik. Bahkan dalam sumpahnya, Gajah Mada sesumbar akan berusaha menaklukkan pulau-pulau di luar Majapahit, sebelum ia akan beristirahat.

Baca juga: Mencekam! Tawuran Pecah di Kota Palopo, 2 Kelompok Saling Serang Pakai Anak Panah

Sumpah Amukti Palapa yang diucapkan Gajah Mada itu, justru mendapat hinaan dan tertawaan dari para pejabat di Kerajaan Majapahit. Pejabat Kerajaan Majapahit, seperti Ra Kembar, dan Ra Banyak menuding sumpah itu sebagai omong kosong dan tidak masuk akal.

Namun Gajah Mada tetaplah Gajah Mada yang teguh dalam pendiriannya. Dia mencoba meyakinkan mereka dengan merumuskan strategi-strategi yang praktis, untuk menaklukkan wilayah-wilayah yang jadi incarannya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!