Ekspor Sarang Burung Walet di Karimun Menggeliat
Senin, 15 Juni 2020 - 13:17 WIB
"Tahun 2018 itu, ekspor SBW itu mencapai 607,7 kg dengan nilai ekspor Rp9,1 miliar. Pada tahun 2019 meningkat jadi 621,3 kg dengan nilai Rp9,3 miliar. Ini kami ekspor ke negara Singapura, Malaysia, Taiwan dan Hongkong," kata Willy dalam rilis diterima SINDOnews.com, Senin (15/6/2020).
Willy menjelaskan, di awal tahun 2020, ekspor SBW Karimun semakin meroket. Pada triwulan pertama 2019, volume ekspor sarang burung walet mencapai 144,4 kg atau setara dengan Rp2,16 miliar.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 maka tren ekspor mengalami peningkatan hampir dua kali lipat di angka 272 kg dengan nilai ekspor Rp4,08 miliar.
"Alhamdulillah ekspor SBW ini dari tahun 2018 hingga 2020 saat ini terus naik. SBW di Karimun dibudidayakan dari rumah-rumah burung walet," jelas dia.
Willy mengatakan, bentuk sarang burung walet yang diekspor bervariasi, dengan menyesuaikan permintaan negara tujuan seperti berwarna putih, bertekstur padat, bentuk daun, mangkok kecil atau setengah bola.
Willy menjelaskan, di awal tahun 2020, ekspor SBW Karimun semakin meroket. Pada triwulan pertama 2019, volume ekspor sarang burung walet mencapai 144,4 kg atau setara dengan Rp2,16 miliar.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 maka tren ekspor mengalami peningkatan hampir dua kali lipat di angka 272 kg dengan nilai ekspor Rp4,08 miliar.
"Alhamdulillah ekspor SBW ini dari tahun 2018 hingga 2020 saat ini terus naik. SBW di Karimun dibudidayakan dari rumah-rumah burung walet," jelas dia.
Willy mengatakan, bentuk sarang burung walet yang diekspor bervariasi, dengan menyesuaikan permintaan negara tujuan seperti berwarna putih, bertekstur padat, bentuk daun, mangkok kecil atau setengah bola.
Lihat Juga :