Melihat Lebih Dekat PKBM Mencerdaskan Masyarakat di Wilayah 3T

Sabtu, 26 Februari 2022 - 11:17 WIB
Menggelar program belajar mengajar di wilayah perbatasan tidak semudah di kota besar, di mana akses pendidikan dan fasilitas dapat dengan mudah didapatkan. PKBM Mutiara Hati pun menemui banyak kendala, terutama saat kebijakan standarisasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) karena tidak memiliki fasilitas komputer layaknya sekolah negeri.

Vivin harus menyewa beberapa komputer di sekolah terdekat setiap bulan untuk murid-muridnya mendapatkan kelas tambahan atau kursus dan juga Ujian Nasional.

"Cukup besar biaya yang kami keluarkan untuk hanya menyewa komputer dan tenaga pendidik kursus komputer, apalagi jumlah murid yang terus bertambah setiap tahunnya. Biasanya kami datang ke sekolah negeri untuk menyewa ruang komputer," kata Vivin.

Hal yang sama dialami Hayati, Pengelola PKBM Teluk Batu, Landak, Kalimantan Barat. Ia memiliki peserta didik dengan tingkatan pendidikan paling banyak tamatan SD. Rata-rata peserta didik PKBM Teluk Batu merupakan petani dan buruh usia dewasa yang kesulitan menjual hasil pertanian, sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak ini, menurut Hayati, sangat ingin meningkatkan taraf hidupnya dengan memiliki keterampilan. Karena itu banyak masyarakat yang masuk melalui pendidikan kesetaraan.

Namun di sisi lain, Hayati juga memiliki hambatan yang sama dengan PKBM lainnya di wilayah perbatasan karena kurangnya akses dan fasilitas pendidikan terutama komputer. PKBM yang ia kelola sejak 2014 ini tidak memiliki komputer sama sekali bahkan untuk sekedar administrasi apalagi untuk pelajaran maupun UNBK yang sudah disamaratakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!