PSBB Transisi, Geliat Pegowes Naik 1.000%
Senin, 15 Juni 2020 - 08:13 WIB
Sebelumnya, kata syafrin, lajur sepeda dengan pejalan kaki disatukan di trotoar. Namun, saat ini pihaknya akan memisahkan untuk jalur pesepeda dalam menekan laju penyebaran virus Covid-19.
“Jadi, yang sebelumnya di beberapa jalur kita satukan dengan trotoar, karena ada peningkatan pengguna sepeda kemudian dalam mengatasi wabah Covid-19 agar tidak menyebar, maka kita pisah sekarang, jadi trotoar hanya pejalan kaki, lalu lintas kita siapkan dengan batas cone,” katanya.
Kemarin meskipun hari bebas kendaraan bermotor di Jalan Sudirman-Thamrin dinonaktifkan, tapi antusias warga untuk bersepeda sangat luar biasa. Hampir di dua jalur tersebut, baik kiri maupun kanan, para pesepeda berlalu lalang dengan santai. (Baca juga: Catat! Keluar Masuk Jakarta Warga Jabodetabek hanya Perlu Tunjukkan E-KTP)
Meskipun Dinas Perhubungan menyiapkan satu jalur dengan pembantas, tapi tidak bisa menampung banyaknya pegowes sehingga jalur yang semula satu akhirnya menjadi dua. Pemandangan serupa juga terjadi di kawasan Senayan Gelora Bung Karno (GBK). Mereka yang berolahraga kebanyakan menggunakan sepeda, baik bersama keluarga maupun teman.
“Selama korona, baru kali ini saya ke GBK. Kaget saja karena banyak yang berolahraga menggunakan sepeda, padahal hari biasanya tidak sebanyak ini,” kata Iwan, 38, pegowes asal Kelurahan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. (Komaruddin Bagja Arjawinangun)
“Jadi, yang sebelumnya di beberapa jalur kita satukan dengan trotoar, karena ada peningkatan pengguna sepeda kemudian dalam mengatasi wabah Covid-19 agar tidak menyebar, maka kita pisah sekarang, jadi trotoar hanya pejalan kaki, lalu lintas kita siapkan dengan batas cone,” katanya.
Kemarin meskipun hari bebas kendaraan bermotor di Jalan Sudirman-Thamrin dinonaktifkan, tapi antusias warga untuk bersepeda sangat luar biasa. Hampir di dua jalur tersebut, baik kiri maupun kanan, para pesepeda berlalu lalang dengan santai. (Baca juga: Catat! Keluar Masuk Jakarta Warga Jabodetabek hanya Perlu Tunjukkan E-KTP)
Meskipun Dinas Perhubungan menyiapkan satu jalur dengan pembantas, tapi tidak bisa menampung banyaknya pegowes sehingga jalur yang semula satu akhirnya menjadi dua. Pemandangan serupa juga terjadi di kawasan Senayan Gelora Bung Karno (GBK). Mereka yang berolahraga kebanyakan menggunakan sepeda, baik bersama keluarga maupun teman.
“Selama korona, baru kali ini saya ke GBK. Kaget saja karena banyak yang berolahraga menggunakan sepeda, padahal hari biasanya tidak sebanyak ini,” kata Iwan, 38, pegowes asal Kelurahan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. (Komaruddin Bagja Arjawinangun)
(ysw)
Lihat Juga :