Abaikan Latar Belakang Parpol, Puluhan Warga Sragen Semangat Ikuti Sekolah Politik

Rabu, 23 Februari 2022 - 11:19 WIB
Ditambahkan Sugino, sekolah politik ini digelar dengan mengabaikan latar belakang partai politik. Namun yang terpenting adalah bagaimana membekali peserta untuk ikut berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa dan bernegara melalui pemahaman politik.

Kemudian semangat yang ditanamkan adalah kebersamaan untuk Sragen yang lebih baik tanpa memandang atribut parpolnya. “Kami menanamkan kepada para peserta bahwa politik itu berbeda, cuma tidak kaku. Sudut pandang mungkin bisa beda tapi menyatukan persepsi ini yang bagus. Jadi persepsi satu dan yang lainnya kita kemas jadi pelangi yang indah di Kabupaten Sragen,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, setiap peserta sekolah politik angkatan ketiga wajib mengikuti 10 kali pertemuan. Waktunya pada Jumat malam dan Sabtu mulai pukul 19.00 WIB sampai 22.00 WIB. Namun karena nantinya terbentur bulan Ramadan, angkatan ketiga ini dijadwalkan hanya menggelar 7 kali pertemuan sampai pertemuan terakhir di bulan April 2022.

“Setelah Ramadan, nanti akan kita gelar pertemuan secara spesifik dengan calon bupati maupun ketua DPRD sebelum kelulusan sekolah,” tandasnya.

Melalui sekolah politik, para peserta yang lulus akan bisa mengembangkan kompetensinya masing-masing. Seperti menjadi anggota Bawaslu, KPU, unsur penyelenggara Pemilu hingga menjadi politikus maupun calon anggota legislatif. Seperti pada lulusan angkatan pertama dan kedua yang sudah banyak berkecimpung di dunia politik dengan menjadi Caleg meski belum ada yang beruntung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!