HPSN 2022, PKT Perkuat Komitmen Atasi Persoalan Sampah
Senin, 21 Februari 2022 - 20:17 WIB
"Jika inovasi ini diterapkan mulai skala rumah tangga, sampah organik pun dapat lebih ditekan karena bisa diolah sendiri menjadi maggot dan tidak perlu dibuang langsung ke TPA. Hal ini yang terus kami dorong di masyarakat," tambah Rahmad.
Sejalan dengan tema "Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim" pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022, berbagai kebijakan dalam menekan jumlah sampah khususnya plastik, telah diterapkan PKT sebagai bentuk komitmen Perusahaan menjalankan aktivitas bisnis berbasis lingkungan.
Mulai dari mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, meminimalisasi makanan dan minuman dengan kemasan plastik, hingga daur ulang pemanfaatan limbah karung reject menjadi barang bernilai ekonomis. Baca: Nggak Kapok Dipenjara, Oknum PNS di Kendari Kembali Ditangkap Miliki Narkoba.
Begitu juga dalam meningkatkan kesadaran insan perusahaan, turut disikapi PKT dengan mendirikan Bank Sampah, sebagai dorongan semangat bagi karyawan beserta keluarga untuk pengumpulan serta pemilahan sampah dimulai dari rumah tangga dan lingkungan tempat tinggal.
Keberadaan bank sampah ini pun diarahkan pada optimalisasi pengelolaan sampah yang dikumpulkan, untuk diolah kembali menjadi barang bernilai guna. Semangat ini juga didukung Persatuan Istri Karyawan PKT (PIKA PKT) melalui Gerakan Sapu Bersih Sampah, sebagai rutinitas baru dalam menumbuhkan kesadaran bersama untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
"Hal ini bagian dari fokus utama PKT terkait implementasi ESG dengan optimalisasi pengelolaan sampah, untuk mendorong pengendalian dampak perubahan iklim yang dimulai dari lingkungan terkecil melalui pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle)," pungkasnya.
Sejalan dengan tema "Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim" pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022, berbagai kebijakan dalam menekan jumlah sampah khususnya plastik, telah diterapkan PKT sebagai bentuk komitmen Perusahaan menjalankan aktivitas bisnis berbasis lingkungan.
Mulai dari mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, meminimalisasi makanan dan minuman dengan kemasan plastik, hingga daur ulang pemanfaatan limbah karung reject menjadi barang bernilai ekonomis. Baca: Nggak Kapok Dipenjara, Oknum PNS di Kendari Kembali Ditangkap Miliki Narkoba.
Begitu juga dalam meningkatkan kesadaran insan perusahaan, turut disikapi PKT dengan mendirikan Bank Sampah, sebagai dorongan semangat bagi karyawan beserta keluarga untuk pengumpulan serta pemilahan sampah dimulai dari rumah tangga dan lingkungan tempat tinggal.
Keberadaan bank sampah ini pun diarahkan pada optimalisasi pengelolaan sampah yang dikumpulkan, untuk diolah kembali menjadi barang bernilai guna. Semangat ini juga didukung Persatuan Istri Karyawan PKT (PIKA PKT) melalui Gerakan Sapu Bersih Sampah, sebagai rutinitas baru dalam menumbuhkan kesadaran bersama untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
"Hal ini bagian dari fokus utama PKT terkait implementasi ESG dengan optimalisasi pengelolaan sampah, untuk mendorong pengendalian dampak perubahan iklim yang dimulai dari lingkungan terkecil melalui pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle)," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :