Perguruan Tinggi Vokasi Bukan Perguruan Tinggi Kelas Dua
Minggu, 14 Juni 2020 - 13:20 WIB
“Jadi, Perguruan tinggi Vokasi bukanlah perguruan tinggi kelas dua, seperti rumor yang masih beredar sampai saat ini di masyarakat. Tetapi adalah perguruan tinggi ilmu terapan. Di sini mahasiswa betul-betul dipersiapkan untuk siap bekerja,” tegasnya.
Kesiapan mahasiswa bekerja ini, lanjut dia, sudah dibekali oleh perguruan tinggi Vokasi ketika magang di industri yang telah bekerjasama, yang sering kita kenal dengan istilah Dunia Usaha Dan Industri (DUDI)
“Polimarin sebagai garda terdepan pendidikan telah berkarya di mata dunia. Adanya para pelaut lulusan Polimarin telah digunakan di berbagai negara bukan hanya Indonesia,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinro ST MSc PhD saat menjadi keynote speech dalam seminar webinar mengutarakan bahwa tuntutan DUDI pada dunia pendidikan, termasuk sekolah maupun pendidikan tinggi (PT) vokasi, saat ini tidak lagi pada tataran link and match.
“Namun sudah lebih jauh lagi yaitu lulusan harus sudah siap plug and play alias langsung “tancap dan jalan/main” kalau diibaratkan perangkat elektronik,” kata Wikan.(Baca juga : Direksi-Komisaris Baru PT LIB, PSIS : Jangan Untuk Main-Main! )
Kesiapan mahasiswa bekerja ini, lanjut dia, sudah dibekali oleh perguruan tinggi Vokasi ketika magang di industri yang telah bekerjasama, yang sering kita kenal dengan istilah Dunia Usaha Dan Industri (DUDI)
“Polimarin sebagai garda terdepan pendidikan telah berkarya di mata dunia. Adanya para pelaut lulusan Polimarin telah digunakan di berbagai negara bukan hanya Indonesia,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinro ST MSc PhD saat menjadi keynote speech dalam seminar webinar mengutarakan bahwa tuntutan DUDI pada dunia pendidikan, termasuk sekolah maupun pendidikan tinggi (PT) vokasi, saat ini tidak lagi pada tataran link and match.
“Namun sudah lebih jauh lagi yaitu lulusan harus sudah siap plug and play alias langsung “tancap dan jalan/main” kalau diibaratkan perangkat elektronik,” kata Wikan.(Baca juga : Direksi-Komisaris Baru PT LIB, PSIS : Jangan Untuk Main-Main! )
Lihat Juga :