Omicron Mengganas, Tenaga Kesehatan Berisiko Tinggi Tertular

Jum'at, 18 Februari 2022 - 11:10 WIB
Angka kematian yang tinggi membuat jumlah nakes berkurang. Nakes yang meninggal tentunya tidak dapat digantikan begitu saja. Apalagi bila nakes yang meninggal termasuk nakes senior dan sudah berpengalaman tahunan. Bahkan di Singapura, terjadi fenomena mengundurkan diri nakes sebanyak 1.500 orang pada pertengahan 2021.

Untuk mengantipasi risiko yang lebih besar pada nakes, Kementerian Kesehatan melakukan beberapa strategi, salah satunya dengan mengukur jumlah nakes di setiap rumah sakit dan juga melakukan shift tugas dan rolling dari unit lain.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam memberikan pelayanan idealnya perbandingan dokter dan pasien adalah 1 banding 1.000 penduduk. Tapi di Indonesia rasio dokter dan penduduk adalah 4 banding 10.000.

Dikarenakan jumlah kebutuhan tes PCR semakin meningkat akibat cepatnya penularan Covid varian Omricon, maka itu Smartcolab ikut serta dalam memperhatikan kondisi nakes yang menjadi garda terdepan demi keakuratan hasil dan pelayanan yang baik.

Smartcolab adalah pelayanan jasa laboratorium pemeriksa Covid-19 yang menyediakan Swab Antigen dan PCR untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.

Marcom Smartcolab Sauvira menjelaskan, prosedur pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel dahak, lendir, atau cairan dari bagian antara hidung dan tenggorokan, bagian antara mulut dan tenggorokan), atau paru-paru pasien yang diduga terinfeksi virus Corona.

“Pengambilan sampel dahak ini dilakukan dengan metode swab, yang prosedurnya memakan waktu sekitar 15 detik. Selanjutnya, sampel dahak akan diteliti di laboratorium. Pemeriksaan di laboratorium inilah yang kadang memakan waktu,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Jumat (18/2/2022).

Selain tes PCR, ada juga jenis tes lain yaitu tes serologi rapid test yang lebih menunjukkan pada level ketahanan tubuh saat virus masuk dalam tubuh. Namun, pembentukan antibodi IgM dan IgG membutuhkan waktu yang cukup lama, bisa hingga 2–4 minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!