Selidiki Dugaan Kekerasan di Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, Polisi Bongkar 2 Makam
Sabtu, 12 Februari 2022 - 15:32 WIB
Selama proses pembongkaran makan dan autopsi jenazah, dilakukan secara tertutup. Lokasi makam ditutupi memakai terpal. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan Tim Kedokteran Polda Sumatera Utara, dan menghindari terjadinya kerumunan warga.
Almarhun Surianto Ginting, diantar keluarganya untuk menjalani rehabilitasi ketergantungan narkoba. Namun dua hari setelah diantar keluarganya, keluarga korban mendapat kabar bahwa korban sudah tewas. Sayangnya, keluarga lebih memilih bungkam terkait kematian korban.
Baca juga: Kisah Diki Anak Yatim yang Tak Malu Bantu Ibunya Jualan Siomay Sambil Sekolah
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Hadi Wahyudi yang berada di lokasi pembongkaran makam, mengatakan ada dua makam yang dibongkar untuk memastikan penyebab kematian korban. Keduanya tewas saat menjadi penghuni kerangkeng manusia.
"Ada dua makam yang dibongkar, yakni korban berinisial S, dan A. Korban S diperkirakan meninggal pada Juli 2021. Pembongkaran makam ini, untuk mencari dugaan penyebab kematian korban," pungkas Hadi Wahyudi.
Almarhun Surianto Ginting, diantar keluarganya untuk menjalani rehabilitasi ketergantungan narkoba. Namun dua hari setelah diantar keluarganya, keluarga korban mendapat kabar bahwa korban sudah tewas. Sayangnya, keluarga lebih memilih bungkam terkait kematian korban.
Baca juga: Kisah Diki Anak Yatim yang Tak Malu Bantu Ibunya Jualan Siomay Sambil Sekolah
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Hadi Wahyudi yang berada di lokasi pembongkaran makam, mengatakan ada dua makam yang dibongkar untuk memastikan penyebab kematian korban. Keduanya tewas saat menjadi penghuni kerangkeng manusia.
"Ada dua makam yang dibongkar, yakni korban berinisial S, dan A. Korban S diperkirakan meninggal pada Juli 2021. Pembongkaran makam ini, untuk mencari dugaan penyebab kematian korban," pungkas Hadi Wahyudi.
(eyt)