Gandeng Aplikasi Digital, Dinas LH Pantau Sampah Warga Jaksel
Jum'at, 11 Februari 2022 - 11:43 WIB
”Kaktus mempunyai relasi dengan berbagai pihak, salah satunya tempat usaha yang mempunyai sampah organik. Sampah mereka itu jelas berguna untuk pakan BSF tadi. Makanya kita ingin follow up agar kerjasama ini berkelanjutan,” ungkapnya. Baca juga: Pasar Barang Bekas Berkualitas, Sudin LH Jakut Gagas Pekan Bazar Delisos
Menilik data terbaru, Amin memaparkan pihak Kaktus sudah mereduksi sampah organik hingga 40,9 ton. Sampah diambil dari Kecamatan Pesanggrahan dan Dipo Tebet Baru.
”Kaktus membawa sisa makanan untuk dijadikan kompos dan pakan maggot. Sampah organik yang diambil masing-masing 1,3 ton dari Pesanggrahan dan 1 ton dari Dipo Tebet Baru,” katanya.
Pengambilan dilakukan sejak 11 Januari dan berkelanjutan hingga saat ini. Amin menambahkan, awalnya sampah yang diambil hanya 300 kilogram di Pesanggrahan dan 600 kilogram di Tebet. Namun perlahan angka tersebut meningkat.
Menilik data terbaru, Amin memaparkan pihak Kaktus sudah mereduksi sampah organik hingga 40,9 ton. Sampah diambil dari Kecamatan Pesanggrahan dan Dipo Tebet Baru.
”Kaktus membawa sisa makanan untuk dijadikan kompos dan pakan maggot. Sampah organik yang diambil masing-masing 1,3 ton dari Pesanggrahan dan 1 ton dari Dipo Tebet Baru,” katanya.
Pengambilan dilakukan sejak 11 Januari dan berkelanjutan hingga saat ini. Amin menambahkan, awalnya sampah yang diambil hanya 300 kilogram di Pesanggrahan dan 600 kilogram di Tebet. Namun perlahan angka tersebut meningkat.
(ams)
Lihat Juga :