Awas Penipuan! Pria Ngaku Anggota TNI di Facebook Modus Jual Motor
Senin, 07 Februari 2022 - 16:52 WIB
Dalam kartunya itu tertera Prasetyo yang mengaku bekerja sebagai TNI yang beralamatkan di Perumahan Pondok Emas Lestari, Desa Pakuhaji, Kabupaten Bandung Barat.
Bahkan, pria yang mengaku TNI memberikan swafoto dengan mengenakan seragam khas TNI personel militer perdamaian PBB untuk membuat korban percaya. "Sebenarnya saya sudah curiga. Dia kasih foto KTP pekerjaannya TNI,” ucapnya.
Namun kecurigaan pun ditepis ketika Prasetyo meyakinkannya dengan lebih dulu mengirimkan motornya baru kemudian membayar dan akhirnya disetujui WT. “Dia kasih resi (tanda bukti pengiriman barang). Pas saya cek terdaftar. Saya tunggu sampe barangnya dipacking. Terus dia ngakunya udah dipacking,” ujar WT.
Karena adanya resi tersebut, WT percaya dan mengirimkan uang senilai Rp5 juta dengan mentransfer ke rekening atas nama Evi Irma Maulidiya Yuliantina. Namun hal tak terduga terjadi. Motor yang dia beli melalui usaha kerja keras hingga menjual emas dilaporkan bermasalah oleh petugas jasa pengiriman.
“Nomor mesin enggak sesuai dengan surat kendaraan katanya. Jadi motor disita sama polisi di Karawang. Saya disuruh konfirmasi ke penjual dan ditunggu 5 menit," tuturnya.
Namun, saat dikonfirmasi penjual itu tidak merespons. WT pun mengkonfirmasi ke petugas jasa pengiriman itu kalau penjual motor tak merespons.
Bahkan, pria yang mengaku TNI memberikan swafoto dengan mengenakan seragam khas TNI personel militer perdamaian PBB untuk membuat korban percaya. "Sebenarnya saya sudah curiga. Dia kasih foto KTP pekerjaannya TNI,” ucapnya.
Namun kecurigaan pun ditepis ketika Prasetyo meyakinkannya dengan lebih dulu mengirimkan motornya baru kemudian membayar dan akhirnya disetujui WT. “Dia kasih resi (tanda bukti pengiriman barang). Pas saya cek terdaftar. Saya tunggu sampe barangnya dipacking. Terus dia ngakunya udah dipacking,” ujar WT.
Karena adanya resi tersebut, WT percaya dan mengirimkan uang senilai Rp5 juta dengan mentransfer ke rekening atas nama Evi Irma Maulidiya Yuliantina. Namun hal tak terduga terjadi. Motor yang dia beli melalui usaha kerja keras hingga menjual emas dilaporkan bermasalah oleh petugas jasa pengiriman.
“Nomor mesin enggak sesuai dengan surat kendaraan katanya. Jadi motor disita sama polisi di Karawang. Saya disuruh konfirmasi ke penjual dan ditunggu 5 menit," tuturnya.
Namun, saat dikonfirmasi penjual itu tidak merespons. WT pun mengkonfirmasi ke petugas jasa pengiriman itu kalau penjual motor tak merespons.
Lihat Juga :