Bea Cukai Bahas Pengaktifan Pelabuhan Malahayati untuk Layani Ekspor Impor

Jum'at, 12 Juni 2020 - 19:37 WIB
Rafly Kande mengungkapkan bahwa Aceh membutuhkan sinergi yang telah dijelaskan oleh Safuadi. Rafly menyetujui penjelasan yang dipaparkan oleh Safuadi. Aceh juga bisa memanfaatkan sisa dana bantuan yang tiap tahun dikembalikan ke Kas Negara.

Sisa dana tersebut bisa digunakan untuk membiayai pengusaha Unit Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar bisa meningkatkan jumlah produksi mereka sehingga dapat meningkatkan jumlah ekspor untuk perkembangan perekonomian Aceh menjadi semakin hebat.

Sam Arifin W. mengatakan bahwa Anggota DPR RI tersebut sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan mitra kerja komisi VI DPR RI dan PT Pelindo I Malahayati pada tanggal 4 Juni 2020 lalu, dalam rangka mengajak PT Pelindo I Malahayati untuk bersinergi dalam penguatan industri di Aceh serta melakukan inventarisasi beragam persoalan untuk mendapat evaluasi bagi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kemudian pemanfaatannya dirasakan oleh rakyat.

“Lahan di Pelabuhan Malahayati terbatas dan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong sangat berpotensi. Rencananya, KIA Ladong akan dijadikan kawasan pergudangan oleh pengusaha-pengusaha Aceh sebagai tempat penyimpanan produk sebelum diekspor dari pada harus membawanya ke Medan,” ujar Sam Arifin W.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!