Jembatan Pile Slab Dibangun untuk Atasi Longsor di Jalur Bone-Wajo
Kamis, 03 Februari 2022 - 19:33 WIB
Arifin menjelaskan, ada dua kegiatan yang sedang akan dikerjakan di ruas nasional itu, pertama preservasi jalan jembatan Sinjai-Watampone-Pompanua-Impaimpa-Tarumpakkae, dengan nilai kontrak sebesar Rp109,8 miliar. Tanggal kontrak mulai 23 April 2021 dan provisonal hand over (PHO) atau serah terima sementara pekerjaan 31 Desember 2022 oleh kontraktor PT Bumi Karsa.
Lalu kedua kegiatan lanjutan penanganan longsoran Watampone-Pompanua-Ulugalung dengan nilai kontrak Rp47,1 miliar tanggal kontrak 27 Oktober 2021 dan PHO 26 Oktober 2022 oleh kontraktor PT Wiratama Karya Nugraha.
"Untuk penanganan longsoran, di ruas Cempa akan kita buat jembatan pile slab . Kami sudah melakukan pemasangan tiang pancang untuk sebagai tanda dumulainya pritek tersebut," terangnya.
Di sisi lain, Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan, perbaikan serta peningkatan jalan trans nasional di Dusun Cempa, Desa Pallawarukka memang sudah lama dinantikan masyarkat.
Baca Juga: Peringkat Kedua di Sulsel, Realisasi KUR Bone Rp66,88 Miliar
Sebab setiap tahunnya jalan itu menjadi penghambat warga akibat sering mengalami longsor dan banjir , alhasil masyarakat yang ingin melintas di wilayah itu harus menggunakan jalur alternatif yang jaraknya cukup jauh.
Lalu kedua kegiatan lanjutan penanganan longsoran Watampone-Pompanua-Ulugalung dengan nilai kontrak Rp47,1 miliar tanggal kontrak 27 Oktober 2021 dan PHO 26 Oktober 2022 oleh kontraktor PT Wiratama Karya Nugraha.
"Untuk penanganan longsoran, di ruas Cempa akan kita buat jembatan pile slab . Kami sudah melakukan pemasangan tiang pancang untuk sebagai tanda dumulainya pritek tersebut," terangnya.
Di sisi lain, Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan, perbaikan serta peningkatan jalan trans nasional di Dusun Cempa, Desa Pallawarukka memang sudah lama dinantikan masyarkat.
Baca Juga: Peringkat Kedua di Sulsel, Realisasi KUR Bone Rp66,88 Miliar
Sebab setiap tahunnya jalan itu menjadi penghambat warga akibat sering mengalami longsor dan banjir , alhasil masyarakat yang ingin melintas di wilayah itu harus menggunakan jalur alternatif yang jaraknya cukup jauh.
Lihat Juga :