Makassar Diprediksi Hadapi Masa Krisis Covid-19 dalam 4 Pekan ke Depan

Kamis, 03 Februari 2022 - 16:30 WIB
“Mereka itu bermutasi. Dia juga makhluk jadi perlu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Jadi itu alamiah kalau kita belajar tentang virus. Semakin lama semakin berubah,” jelasnya.

Dia bahkan mencatat sudah ada 25 jenis virus tersebut. Hanya saja, tidak semua mengalami perubahan yang signifikan sepeti varian-varian yang telah diumumkan. Seperti varian Alfa, Gamma, Delta, hingga terakhir Omicron.

“Kenapa perlu mendapat perhatian, pertama karena cepat menularnya. Jadi virus itu ada beberapa diperhatikan. Cepat penularannya atau tidak, bebrbahaya atau tidak, vaksinnya tahan atau tidak,” papar Ansariadi.

Secara global, Ansariadi menyampaikan sejak Januari penularan Covid-19 sudah mulai kembali terasa. Kali ini bahkan penularannya jauh lebih cepat dan tinggi dibanding dengan tahun sebelumnya.

Kendati begitu, jumlah kematian dari penularan Omicron masih lebih kecil dari varian lainnya. Pasalnya, Omicron cenderung menyerang tenggorokan manusia. Sedangkan Delta menyerang paru-paru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!