Pulihkan Ekonomi, Pemprov Jabar Fokus Bangun Desa Digital 2021

Jum'at, 12 Juni 2020 - 14:30 WIB
(Baca: Melonjak Drastis, 670 Desa/Kelurahan di Jawa Barat Terpapar COVID-19)

Menyadari dampak krisis kesehatan sekaligus ekonomi itu, Emil menerapkan lima prinsip dalam penanganan COVID-19, yakni proaktif, transparan, kolaboratif, inovatif dan ilmiah. "Dalam prinsip ilmiah, kami menyerap masukan dari para ahli ekonomi, sektor sektor apa saja yang harus lebih dulu dibuka," imbuhnya.

Menurut Kang Emil, berdasarkan pendapat para ahli ekonomi, sektor perekonomian sebaiknya diukur dengan risiko kesehatan. Karena itu, dia membagi wilayah Jabar ke dalam lima zona kewaspadaan. Zona hitam dengan pembatasan aktivitas ekonomi 10 persen, zona merah 30 persen disertai penerapan PSBB penuh, zona kuning 60 persen, zona biru 90 persen dan 100 persen zona mayoritas berada di desa-desa.

"COVID-19 memang menyerang desa, tapi 100 persen oleh pemudik bukan orang desanya. Inilah kenapa lima sektor tadi masih bisa berjalan walaupun ada interupsi," katanya.

(Baca: Pemprov Jabar Targetkan Sektor Pariwisata Kembali Normal Januari 2021)

Emil optimitis UMKM di lima zona yang diperkuat infrastruktur digital akan membuat desa-desa tersebut berkembang pesat dan bukan mustahil menjadi penyumbang terbesar pemulihan ekonomi .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!