Manusia Silver Masih Eksis, Sudinsos Jakbar Sebut Sudah Bentuk Satgas
Jum'at, 28 Januari 2022 - 14:47 WIB
"Setiap mereka melakukan kegiatan kita selalu melakukan penjangkauan," pungkasnya.
Manusia silver masih nekat turun ke jalan dengan alasan demi keluarga bisa tetap hidup. Bagi mereka, bekerja seperti ini adalah pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga: Manusia Silver di Tangsel Ngaku 3 Jam Kerja Raup Rp300.000
Mereka mengaku terpukul keadaan ekonominya lantaran tidak bisa bekerja apa-apa selain mengemis. "Ya, yang penting bisa makan aja mas," kata Manusia Silver bernama Wahidin, saat ditemui di sekitar perempatan lampu merah, Jalan Panjang.
Manusia silver sempat menjadi sorotan lantaran ditemukan bayi MFA (10 bulan) dibawa mengamen. Kemudian terungkap jika pelibatan anak kecil sebagai manusia silver untuk mengamen dan mengemis kian marak selama pandemi Covid-19. Komnas Perlindungan Anak menemukan ratusan bayi telah dijadikan manusia silver untuk mencari nafkah.
Manusia silver masih nekat turun ke jalan dengan alasan demi keluarga bisa tetap hidup. Bagi mereka, bekerja seperti ini adalah pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga: Manusia Silver di Tangsel Ngaku 3 Jam Kerja Raup Rp300.000
Mereka mengaku terpukul keadaan ekonominya lantaran tidak bisa bekerja apa-apa selain mengemis. "Ya, yang penting bisa makan aja mas," kata Manusia Silver bernama Wahidin, saat ditemui di sekitar perempatan lampu merah, Jalan Panjang.
Manusia silver sempat menjadi sorotan lantaran ditemukan bayi MFA (10 bulan) dibawa mengamen. Kemudian terungkap jika pelibatan anak kecil sebagai manusia silver untuk mengamen dan mengemis kian marak selama pandemi Covid-19. Komnas Perlindungan Anak menemukan ratusan bayi telah dijadikan manusia silver untuk mencari nafkah.
(thm)
Lihat Juga :