Manusia Silver Masih Eksis, Sudinsos Jakbar Sebut Sudah Bentuk Satgas

Jum'at, 28 Januari 2022 - 14:47 WIB
loading...
Manusia Silver Masih...
Manusia Silver bernama Wahidin saat mengemis di sekitar perempatan lampu merah, Jalan Panjang, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (28/1/2022). Foto: MPI/Dimas Choirul
A A A
JAKARTA - Manusia silver masih saja banyak yang eksis di wilayah Jakarta Barat. Salah satunya sekitar perempatan lampu merah, Jalan Panjang, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kepala Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Barat Suprapto mengatakan telah membentuk tim satuan tugas (satgas) untuk memonitoring sejumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang masih berada di jalanan, termasuk para manusia silver.

Baca juga: Manusia Silver Masih Eksis: Yang Penting Bisa Makan, Wong Enggak Maling

"Di Jakarta Barat ada 8 titik (pemantauan). Tugas kita mengawal mereka untuk tidak melakukan kegiatan tersebut (ngamen)," ujarnya, saat dikonfirmasi, Jumat (28/1/2022).

Ia mengaku pemantauan tersebut dilakukan setiap hari, khususnya dilakukan di tempat-tempat rawan PMKS. Bila nantinya ditemukan ada PMKS yang masih berkeliaran, pihaknya langsung mengangkutnya ke panti sosial.

Di sampung itu, pihaknya juga telah memberikan imbauan-imbauan kepada PMKS agar tidak melakukan aksi mengamen di jalan.

"Setiap mereka melakukan kegiatan kita selalu melakukan penjangkauan," pungkasnya.



Manusia silver masih nekat turun ke jalan dengan alasan demi keluarga bisa tetap hidup. Bagi mereka, bekerja seperti ini adalah pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Manusia Silver di Tangsel Ngaku 3 Jam Kerja Raup Rp300.000

Mereka mengaku terpukul keadaan ekonominya lantaran tidak bisa bekerja apa-apa selain mengemis. "Ya, yang penting bisa makan aja mas," kata Manusia Silver bernama Wahidin, saat ditemui di sekitar perempatan lampu merah, Jalan Panjang.

Manusia silver sempat menjadi sorotan lantaran ditemukan bayi MFA (10 bulan) dibawa mengamen. Kemudian terungkap jika pelibatan anak kecil sebagai manusia silver untuk mengamen dan mengemis kian marak selama pandemi Covid-19. Komnas Perlindungan Anak menemukan ratusan bayi telah dijadikan manusia silver untuk mencari nafkah.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Michael Octavian,...
Kisah Michael Octavian, Eks Manusia Silver Lampu Merah Pasar Baru yang Kini Jadi Model
Pak Tarno Jelaskan Alasan...
Pak Tarno Jelaskan Alasan Terima Uang dari Pengunjung di Kota Tua, Bukan Ngemis
Disangka Ngemis, Pak...
Disangka Ngemis, Pak Tarno Tegaskan Kehadiran di Kota Tua hanya Piknik
Rekomendasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved