Banjir Rendam OKU Timur, Ratusan Hektare Sawah Terdampak Akibatkan Benih Padi Membusuk
Rabu, 26 Januari 2022 - 23:01 WIB
Ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yang telah ditanami benih baru mengalami kerusakan dan membusuk akibat terendam banjir. Foto SINDOnews
OKU TIMUR - Ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yang telah ditanami benih baru mengalami kerusakan dan membusuk akibat terendam banjir. Benih padi yang baru ditanam tersebut didominasi berusia 2-15 hari.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian OKU Timur, Andri Irawan mengatakan, para petani terancam gagal panen lantaran ratusan hektare sawah terendam banjir akibat tingginya intensitas curah hujan. Baca juga:
Gubernur Khofifah Ajak Asosiasi Pengusaha Perkuat Sektor Pertanian di Jawa Timur
"Banjir ini yang kedua kalinya terjadi di periode Januari 2022 yang mayoritas melanda lahan pertanian sawah padi," ujar Andri Irawan, Rabu (26/1/2022).
Menurutnya, tingginya curah hujan pada 23-24 Januari 2022 lalu, membuat ratusan hektare lahan pertanian sawah padi di wilayah tersebut terendam banjir, seperti di Kecamatan Belitang Madang Raya seluas 49 hektar, Belitang III 37 hektare dan 582 hektare di Kecamatan BMT.
Selain itu, kata Andri, banjir juga merendam 105 hektare lahan pertanian di Kecamatan Madang Suku II dan 24 hektar di Kecamatan Belitang Jaya. "Saat ini kami sedang mendata untuk membantu kebutuhan benih padi yang terkena gagal panen agar petani dapat kembali bercocok tanam," katanya
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian OKU Timur, Andri Irawan mengatakan, para petani terancam gagal panen lantaran ratusan hektare sawah terendam banjir akibat tingginya intensitas curah hujan. Baca juga:
Gubernur Khofifah Ajak Asosiasi Pengusaha Perkuat Sektor Pertanian di Jawa Timur
"Banjir ini yang kedua kalinya terjadi di periode Januari 2022 yang mayoritas melanda lahan pertanian sawah padi," ujar Andri Irawan, Rabu (26/1/2022).
Menurutnya, tingginya curah hujan pada 23-24 Januari 2022 lalu, membuat ratusan hektare lahan pertanian sawah padi di wilayah tersebut terendam banjir, seperti di Kecamatan Belitang Madang Raya seluas 49 hektar, Belitang III 37 hektare dan 582 hektare di Kecamatan BMT.
Selain itu, kata Andri, banjir juga merendam 105 hektare lahan pertanian di Kecamatan Madang Suku II dan 24 hektar di Kecamatan Belitang Jaya. "Saat ini kami sedang mendata untuk membantu kebutuhan benih padi yang terkena gagal panen agar petani dapat kembali bercocok tanam," katanya
Lihat Juga :