Kasus Kanker Masih Tinggi, Ini Penyebab dan Penanganannya
Minggu, 09 Januari 2022 - 15:32 WIB
Kasus kanker masih tinggi, masyarakat diimbau mengetahui penyebab dan penangananya.Foto/ilustrasi
BANDUNG - Kasus kanker hingga saat ini masih menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian cukup tinggi. Tak hanya itu, orang yang berpotensi terserang kanker juga cukup tinggi, disebabkan oleh berbagai hal.
Frank Roesl dari German Cancer Research Center, Heidelberg mengupas secara tuntas dalam kuliah tamu SITH ITB belum lama ini. Tema penelitian yang dia bawakan ialah Reversion of Cancer: Concepts and Strategies.
Baca juga: Vaksinasi 10.000 Anak Baru 10 Persen, Satgas COVID Karawang Hadirkan Badut
Dikutip dari kanal ITB, Roesl menerangkan, keadaan di tahun 2021, kanker masih ada. Pada tahun 2020, terdapat kasus baru sebanyak 9.2 juta per tahun pada perempuan dengan mortalitas 4.4 juta, sedangkan pada jenis kelamin laki-laki terdapat kasus baru sebanyak 10.1 juta per tahun dengan mortalitas 5.5 juta. Maka laki-laki lebih berisiko terkena kanker.
"Penyebab dari kanker adalah secara endogen dan eksogen. Kanker karena endogen disebabkan oleh kecenderungan genetik seperti kanker kolon serta kanker payudara, inflamasi kronik yang disebabkan oleh datangnya penyakit yang dapat mengubah sel menjadi sel kanker. Kanker karena eksogen dapat terjadi akibat zat karsinogenik seperti kanker kulit melanoma, iradiasi oleh sinar UV yang menyebabkan kanker kulit melanoma, dan infeksi oleh virus," jelasnya.
Pada saat ini kontribusi kanker tahunan akibat infeksi adalah 20%. Konsep yang perlu dipahami adalah kanker merupakan proses bertahap, yaitu normal menuju inisiasi, menjadi pre-cancer yang bertahap mulai dari mild, moderate, severe, sampai cis, dan akhirnya menjadi kanker.
Frank Roesl dari German Cancer Research Center, Heidelberg mengupas secara tuntas dalam kuliah tamu SITH ITB belum lama ini. Tema penelitian yang dia bawakan ialah Reversion of Cancer: Concepts and Strategies.
Baca juga: Vaksinasi 10.000 Anak Baru 10 Persen, Satgas COVID Karawang Hadirkan Badut
Dikutip dari kanal ITB, Roesl menerangkan, keadaan di tahun 2021, kanker masih ada. Pada tahun 2020, terdapat kasus baru sebanyak 9.2 juta per tahun pada perempuan dengan mortalitas 4.4 juta, sedangkan pada jenis kelamin laki-laki terdapat kasus baru sebanyak 10.1 juta per tahun dengan mortalitas 5.5 juta. Maka laki-laki lebih berisiko terkena kanker.
"Penyebab dari kanker adalah secara endogen dan eksogen. Kanker karena endogen disebabkan oleh kecenderungan genetik seperti kanker kolon serta kanker payudara, inflamasi kronik yang disebabkan oleh datangnya penyakit yang dapat mengubah sel menjadi sel kanker. Kanker karena eksogen dapat terjadi akibat zat karsinogenik seperti kanker kulit melanoma, iradiasi oleh sinar UV yang menyebabkan kanker kulit melanoma, dan infeksi oleh virus," jelasnya.
Pada saat ini kontribusi kanker tahunan akibat infeksi adalah 20%. Konsep yang perlu dipahami adalah kanker merupakan proses bertahap, yaitu normal menuju inisiasi, menjadi pre-cancer yang bertahap mulai dari mild, moderate, severe, sampai cis, dan akhirnya menjadi kanker.
Lihat Juga :