Penyerangan Demak dan Cirebon Hancurkan Kejayaan Pajajaran

Selasa, 04 Januari 2022 - 07:04 WIB
Kerajaan Pajajaran terus mengalami penurunan selepas Prabu Siliwangi turun jabatan. Raja pengganti Surawisesa yang naik tahta setelahnya mendapat tantangan berat. Foto ilustrasi SINDOnews
BANDUNG - Kerajaan Pajajaran terus mengalami penurunan selepas Prabu Siliwangi turun jabatan. Raja pengganti Surawisesa yang naik tahta setelahnya mendapat tantangan berat di tengah mulai berkembangnya dua kesultanan bernuansa Islam, yakni Cirebon dan Demak.

Bahkan akibat kalah perang dari koalisi kesultanan Islam ini, Raja Surawisesa terpaksa menyerahkan sebagian besar wilayah kekuasaannya di pesisir utara Pantai Jawa. Hal ini dikisahkan pada buku 'Hitam Putih Pajajaran: Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran' dari tulisan Fery Taufiq El Jaquenne. Baca juga: Ratu Sakti, Raja Pajajaran yang Umbar Nafsu Birahi dengan Menikahi Istri Selir Ayahnya



Saat itu konon Kesultanan Cirebon yang dipimpin Syarif Hidayatullah memang tak terlalu memiliki pasukan dan benteng strategi yang kuat. Tetapi sokongan dan dukungan Kerajaan Demak menjadikan Cirebon menjadi musuh yang mumpuni bagi Kerajaan Pajajaran.

Beberapa wilayah kekuasaan Pajajaran, mulai dari Galuh, Sumedang, dan Citarum perlahan tapi pasti dikuasai oleh Kesultanan Cirebon dibantu oleh Kerajaan Demak. Ya, sejak tahun 1528 Masehi, Cirebon menyerang wilayah Galuh yang menjadi kekuasaan Kerajaan Pajajaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!