Operasi Hujan Buatan Digencarkan, Kasus Karhutla di Riau Turun

Sabtu, 01 Januari 2022 - 06:04 WIB
Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK RI, Laksmi Dhewanthi mengatakan dalam upaya pengendalian karhutla, seluruh jajaran pemerintah berpijak kepada Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan. Di dalamnya mengatur penugasan untuk setiap kementerian dan lembaga serta kepala daerah agar aktif melakukan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan sesuai dengan mandat serta tugas dan fungsi masing-masing.

"Presiden selalu menekankan pentingnya peningkatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui konsolidasi dalam penanganan Karhutla secara menyeluruh oleh seluruh pihak mulai dari pusat ke daerah," terangnya.

Dari hasil monitoring hotspot hingga 29 Desember 2021, ditemukan sebanyak 1.385 titik. Angka ini turun 52,5 persen bila dibandingkan 2020, di mana ketika itu ditemukan ada sebanyak 2.919 titik panas.

Baca juga: 6 Ruko di Pekanbaru Ludes Terbakar Jelang Malam Tahun Baru

Karhutla terluas berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, Kalimanan Barat, Papua dan Riau. Namun khusus untuk Papua dan Riau, telah terjadi tren penurunan yang signifikan.

"Alhamdulillah, sejak tahun 2020 hingga 2021 tidak ada lagi bencana kabut asap yang selama ini kerap mencoreng nama baik Indonesia di mata negara lain," tambahnya.

Sementara untuk menghadapi tahun 2022, sesuai hasil monitoring BMKG, kondisi ENSO La-Nina cenderung menunjukkan terjadinya pelemahan hingga moderat. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga Mei-Juni-Juli 2022.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!