Operasi Hujan Buatan Digencarkan, Kasus Karhutla di Riau Turun
Sabtu, 01 Januari 2022 - 06:04 WIB
Kebakaran hutan dan lahan di Riau mengalami penurunan setelah operasi hujan buatan digencarkan.Foto/ilustrasi
RIAU - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau mengalami penurunan. Pada 2021 tidak terjadi kabut asap di daerah berjuluk Bumi Lancang Kuning ini.
Wakapolda Riau Brigjen Tabana Bangun mengatakan, keberhasilan penanganan karhutla di Riau berkat kolaborasi berbagai pihak. Salah satu upaya dari Polda Riau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning.
"Aplikasi Dashboard lancang kuning adalah suatu sistem penanganan kebakaran hutan secara terukur, terstruktur dan efisien yang menggunakan 4 satelit yakni terra, noaa, lapan, aqua untuk mendeteksi titik api. Dashboard Lancang Kuning memberikan informasi secara akurat untuk mendeteksi titik koordinat hotspot dan melakukan verifikasi di lapangan sehingga memudahkan para petugas melakukan pemadaman, serta dapat memobilisasi orang, peralatan dan sumber daya lain yang digunakan untuk keperluan pemadaman," ucapnya Jumat (31/12/2021).
Baca juga: Napi Wanita Ini Menangis Histeris Saat Disuntik Vaksin COVID-19
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melakukan berbagai upaya dalam pengendalian karhutla di Tanah Air. Sepanjang 221, upaya yang dilakukan telah menuai hasil menggembirakan. Tingkat karhutla bisa ditekan sehingga bencana kabut asap bisa dihindari.
Namun demikian, upaya pencegahan harus terus ditingkatkan, mengingat bencana karhutla dinilai masih berpotensi terjadi. Banyak hal yang mempengaruhi hal ini. Di antaranya faktor alam, di mana potensi hujan pada 2022 diprediksi lebih rendah dibanding 2021.
Wakapolda Riau Brigjen Tabana Bangun mengatakan, keberhasilan penanganan karhutla di Riau berkat kolaborasi berbagai pihak. Salah satu upaya dari Polda Riau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning.
"Aplikasi Dashboard lancang kuning adalah suatu sistem penanganan kebakaran hutan secara terukur, terstruktur dan efisien yang menggunakan 4 satelit yakni terra, noaa, lapan, aqua untuk mendeteksi titik api. Dashboard Lancang Kuning memberikan informasi secara akurat untuk mendeteksi titik koordinat hotspot dan melakukan verifikasi di lapangan sehingga memudahkan para petugas melakukan pemadaman, serta dapat memobilisasi orang, peralatan dan sumber daya lain yang digunakan untuk keperluan pemadaman," ucapnya Jumat (31/12/2021).
Baca juga: Napi Wanita Ini Menangis Histeris Saat Disuntik Vaksin COVID-19
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melakukan berbagai upaya dalam pengendalian karhutla di Tanah Air. Sepanjang 221, upaya yang dilakukan telah menuai hasil menggembirakan. Tingkat karhutla bisa ditekan sehingga bencana kabut asap bisa dihindari.
Namun demikian, upaya pencegahan harus terus ditingkatkan, mengingat bencana karhutla dinilai masih berpotensi terjadi. Banyak hal yang mempengaruhi hal ini. Di antaranya faktor alam, di mana potensi hujan pada 2022 diprediksi lebih rendah dibanding 2021.
Lihat Juga :