Kantongi Rekaman CCTV, Polisi Buru Tersangka Lain Kasus Penganiayaan di Kantor Ekspedisi Duren Sawit
Rabu, 22 Desember 2021 - 21:53 WIB
Polres Metro Jakarta Timur tengah memburu tersangka lain dalam kasus penganiayaan di sebuah kantor ekspedisi, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur tengah memburu tersangka lain dalam kasus penganiayaan di sebuah kantor ekspedisi, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi mengatakan, ada kemungkinan bertambahnya tersangka dalam kasus ini. Hal demikian berdasarkan barang bukti yang diperoleh. Baca juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penyerangan Kantor Ekspedisi di Duren Sawit
"Di CCTV memang ada yang pakai benda tapi yang pakai benda itu enggak ada di situ, masih kita lidik siapa orangnya," kata Ahsanul kepada wartawan, Rabu (22/12/2021).
Tak hanya mencari pelaku penganiayaan, lanjut dia, pihaknya pun mencari pelaku perusakan terhadap satu unit sepeda motor milik pegawai ekspedisi.
"Katanya sih begitu (ada sepeda motor yang rusak), waktu saya di TKP, saya tanya , 'mana yang rusak? Oh lagi dibawa keluar ndan,' jadi kita tidak bisa membuktikan itu benar atau tidak. Karena saya tidak melihat wujud barangnya itu rusak," bebernya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi mengatakan, ada kemungkinan bertambahnya tersangka dalam kasus ini. Hal demikian berdasarkan barang bukti yang diperoleh. Baca juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penyerangan Kantor Ekspedisi di Duren Sawit
"Di CCTV memang ada yang pakai benda tapi yang pakai benda itu enggak ada di situ, masih kita lidik siapa orangnya," kata Ahsanul kepada wartawan, Rabu (22/12/2021).
Tak hanya mencari pelaku penganiayaan, lanjut dia, pihaknya pun mencari pelaku perusakan terhadap satu unit sepeda motor milik pegawai ekspedisi.
"Katanya sih begitu (ada sepeda motor yang rusak), waktu saya di TKP, saya tanya , 'mana yang rusak? Oh lagi dibawa keluar ndan,' jadi kita tidak bisa membuktikan itu benar atau tidak. Karena saya tidak melihat wujud barangnya itu rusak," bebernya.