Sultan Menyapa : Menimbang New Normal, Pulihkan Ekonomi
Selasa, 09 Juni 2020 - 09:05 WIB
"Memang ini dilema. Saya tidak sedang berpendapat melawan arus. Bahwa bahaya serius Corona berpotensi banyak merenggut nyawa. Saya juga sepakat akan kemungkinan itu. Saya ikut prihatin melihat banyak kasus merebak, di mana penanganannya belum seberapa cepat dibanding penyebarannya. Saya lebih sedih lagi, karena pahlawan kesehatan banyak yang syahid di lahan pengabdian demi kemanusiaan, " ulasnya.
Tokoh yang memiliki nama masa kecil Bendara Raden Mas Herjuno Darpito ini melanjutkan, diperlukan jalan tengah untuk melanjutkan kehidupan di tengah pandemi Corona yang masih mengancam warga masyarakat.
Hidup berdampingan dengan Corona sambil mematuhi disiplin yang menjadi syaratnya. Hidup mengisolasi diri terus-menerus akan berdampak buruk bagi ekonomi. Melonggarkan aturan, membuka peluang ekonomi, agar bergerak lagi.
"Karena perlakuan new normal harus dikompromikan, tentu belum bisa tumbuh instan. Dengan kapasitas belum penuh, setidaknya ekonomi bisa berjalan bertahap," beber Sultan.
Ukuran keberhasilan new normal lanjutnya, bukan kembali ke kondisi sebelum wabah. Meski produksi, terus didorong dan digerakkan 100 persen, tapi output-nya pun pasti lebih lambat. Untuk itu new normal menjadikan masyarakat bisa beraktivitas ekonomi bersamaan menerapkan protokol kesehatan, agar penyebaran wabah tetap bisa dikendalikan.
Tokoh yang memiliki nama masa kecil Bendara Raden Mas Herjuno Darpito ini melanjutkan, diperlukan jalan tengah untuk melanjutkan kehidupan di tengah pandemi Corona yang masih mengancam warga masyarakat.
Hidup berdampingan dengan Corona sambil mematuhi disiplin yang menjadi syaratnya. Hidup mengisolasi diri terus-menerus akan berdampak buruk bagi ekonomi. Melonggarkan aturan, membuka peluang ekonomi, agar bergerak lagi.
"Karena perlakuan new normal harus dikompromikan, tentu belum bisa tumbuh instan. Dengan kapasitas belum penuh, setidaknya ekonomi bisa berjalan bertahap," beber Sultan.
Ukuran keberhasilan new normal lanjutnya, bukan kembali ke kondisi sebelum wabah. Meski produksi, terus didorong dan digerakkan 100 persen, tapi output-nya pun pasti lebih lambat. Untuk itu new normal menjadikan masyarakat bisa beraktivitas ekonomi bersamaan menerapkan protokol kesehatan, agar penyebaran wabah tetap bisa dikendalikan.
Lihat Juga :