PDIP Jabar Resmikan Warung Gotong Royong COVID-19, Ono: Bakal Digelar di 27 Daerah
Senin, 08 Juni 2020 - 18:58 WIB
"Juga di kota/kabupaten yang kepala daerahnya berasal dari PDIP. Sedangkan daerah lain, kami mendorong anggota DPR, DPRD, dan DPR RI untuk patungan membuka Warung Gotong Royong COVID-19," ujar anggota FPDIP DPR ini seraya mengatakan berencana membawa gagasan Warung Gotong Royong COVID-19 ini ke tingkat pusat.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Jabar Mochtar Mohamad mengatakan, Warung Gotong Royong COVID-19 ini untuk memenuhi kubutuhan pangan, sembako masyarakat. Semua masyarakat terdampak wabah yang tak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah pusat, bantuan sembako COVID-19 dari Pemprov Jabar, dan bantuan dari Pemkab Bandung, dilayani.
Jadi, Warung Gotong Royong bukan dibuat untuk kader partai, tetapi masyarakat terdampak. Untuk mendapatkannya, warga didata berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). Mereka juga dipastikan tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, Pemprov Jabar, dan Pemkab Bandung.
"Jadi, kami (BP Pemilu Jabar) menginisiasi, lalu menghimpun donasi untuk kebutuhan awal. Selanjutnya akan ada perputaran modal dari donasi tadi. Prinsipnya gotong royong dulu deh. Soal pilkada nanti ada waktunya untuk kita diskusi lebih jauh," kata Mochtar.
Mochtar mengungkapkan, BP Pemilu Jabar tengah mengupayakan pendirian warung gotong royong di 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung. "Ini (Warung Gotong Royong COVID-19 di Manggahang) pilot projectnya. Tadi Pak Ono juga mau bawa gagasan ini ke tingkat pusat. Delapan wilayah yang akan menggelar pilkada akan jadi prioritas," ungkap politisi PDIP yang akrab disapa M2 ini.
Disinggung tentang pemenangan Pilkada Kabupaten Bandung 2020, M2 menuturkan, DPD I PDIP Jabar telah memberi tugas BP Pemilu untuk segera membuat analisa dan kajian.
Peluang PDIP untuk menyapu bersih kemenangan kursi kepala daerah, terutama di delapan kota dan kabupaten di Jabar sangat terbuka. "Harus optimis, sehingga proyeksi kemenangan selalu terukur. Soal elektoral ini, kami memang mau all out. Bagusnya kami sapu bersih ya," pungkas Mochtar.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Jabar Mochtar Mohamad mengatakan, Warung Gotong Royong COVID-19 ini untuk memenuhi kubutuhan pangan, sembako masyarakat. Semua masyarakat terdampak wabah yang tak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah pusat, bantuan sembako COVID-19 dari Pemprov Jabar, dan bantuan dari Pemkab Bandung, dilayani.
Jadi, Warung Gotong Royong bukan dibuat untuk kader partai, tetapi masyarakat terdampak. Untuk mendapatkannya, warga didata berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). Mereka juga dipastikan tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, Pemprov Jabar, dan Pemkab Bandung.
"Jadi, kami (BP Pemilu Jabar) menginisiasi, lalu menghimpun donasi untuk kebutuhan awal. Selanjutnya akan ada perputaran modal dari donasi tadi. Prinsipnya gotong royong dulu deh. Soal pilkada nanti ada waktunya untuk kita diskusi lebih jauh," kata Mochtar.
Mochtar mengungkapkan, BP Pemilu Jabar tengah mengupayakan pendirian warung gotong royong di 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung. "Ini (Warung Gotong Royong COVID-19 di Manggahang) pilot projectnya. Tadi Pak Ono juga mau bawa gagasan ini ke tingkat pusat. Delapan wilayah yang akan menggelar pilkada akan jadi prioritas," ungkap politisi PDIP yang akrab disapa M2 ini.
Disinggung tentang pemenangan Pilkada Kabupaten Bandung 2020, M2 menuturkan, DPD I PDIP Jabar telah memberi tugas BP Pemilu untuk segera membuat analisa dan kajian.
Peluang PDIP untuk menyapu bersih kemenangan kursi kepala daerah, terutama di delapan kota dan kabupaten di Jabar sangat terbuka. "Harus optimis, sehingga proyeksi kemenangan selalu terukur. Soal elektoral ini, kami memang mau all out. Bagusnya kami sapu bersih ya," pungkas Mochtar.
(awd)
Lihat Juga :