Pelatihan dan Mitigasi Bencana Perlu Dilakukan Secara Rutin
Selasa, 14 Desember 2021 - 15:53 WIB
"Pemerintah daerah selaku first responder penanggulangan bencana sesuai amanat undang-undang, perlu melakukan langkah-langkah preventif dan komprehensif dalam penanggulangan bencana," kata April, seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Selasa (14/12).
April mengungkapkan, berdasarkan data BPBD Kabupaten Luwu Timur hingga Desember tahun 2021 ini, telah terjadi 167 kali bencana. Jika dirinci kebakaran rumah sebanyak 11 kali, gempa bumi 146 kali, tanah longsor 1 kali, orang hilang 3 kali, angin kencang 5 kali dan orang tenggelam 1 kali.
Baca juga:Gempa di NTT, BMKG Minta 21 Daerah Terdampak Evakuasi Termasuk Sulsel
Ia mengatakan, faktor utama penyebab bencana sering terjadi karena perilaku manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan.
"Oleh karena itu, program pelatihan dan mitigasi bencana perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, serta perlu juga dievaluasi secara berkala," jelasnya.
April mengungkapkan, berdasarkan data BPBD Kabupaten Luwu Timur hingga Desember tahun 2021 ini, telah terjadi 167 kali bencana. Jika dirinci kebakaran rumah sebanyak 11 kali, gempa bumi 146 kali, tanah longsor 1 kali, orang hilang 3 kali, angin kencang 5 kali dan orang tenggelam 1 kali.
Baca juga:Gempa di NTT, BMKG Minta 21 Daerah Terdampak Evakuasi Termasuk Sulsel
Ia mengatakan, faktor utama penyebab bencana sering terjadi karena perilaku manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan.
"Oleh karena itu, program pelatihan dan mitigasi bencana perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, serta perlu juga dievaluasi secara berkala," jelasnya.
(luq)
Lihat Juga :