Tujuh Pelaku Pengrusakan dan Penganiayaan di Asrama Mahasiswa Ditangkap

Selasa, 07 Desember 2021 - 19:02 WIB
"MAF dan rekan-rekannya ini bermaksud meminta data mahasiswa baru fakultas tersebut yang berasal dari Luwu. Kemudian wakil ketua ini menyampaikan agar dibuatkan surat lebih dulu. Di situlah timbul percekcokan, kemudian anak-anak dari IPMIL ini pulang menemui rekan lainnya," kata Nana.

"Malam harinya mereka datang lagi dan melakukan penganiayaan kepada ketua BEM yang kebetulan sedang berada di sekretariat. Sehingga mengakibatkan korban mengalami luka-luka akibat disabet badik dan parang di tangan kirinya hampir putus, dan kanannya luka berat," sambung Nana.

Alhasil, rekan-rekan Arham yang kebetulan berasal dari Kabupaten Bone membalas menyerang, merusak, dan menganiaya penghuni Asrama IPMIL di Jalan Sungai Limboto, Kecamatan Makassar, Minggu (28/11) sekira pukul 02.00 Wita. Akibatnya satu orang terluka parah dalam peristiwa ini.

Baca Juga: Jaga Kondusifitas, Pemkot Makassar Bentuk Posko di Dua Asrama

Korban, yakni Muhammad Abdullah Said (20) mengalami luka di pergelangan tangan kiri hampir putus, luka robek di kepala belakang dan samping. Hingga kini Said masih dirawat di Rumah Sakit Pelamonia. Kondisinya diklaim Kapolda berangsur pulih.

Dari kejadian tersebut, polisi telah mengamankan dua orang tersangka inisial EKP (24) yang berperan melempar molotov ke asrama IPMIL dan AS (25), berperan sebagai otak penyerangan . "Pelaku penganiayaan kepada korban Said, masih dalam lidik, tapi identitasnya sudah kita ketahui," ungkap Nana.

Polisi juga masih mencari pelaku penyerangan dan pengrusakan di Asrama KEPMI Bone yang diduga aksi balasan pada kejadian di Asrama IPMIL. "Penyerangan di Asrama IPMIL ada sekitar 21 orang, ini masih kita kejar, pasti akan ditangkap," tegas Kapolda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!